Lampaui Target, Januari-Oktober 2022 Imigrasi Setor PNBP Rp 3 Triliun

ADVERTISEMENT

Lampaui Target, Januari-Oktober 2022 Imigrasi Setor PNBP Rp 3 Triliun

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 25 Okt 2022 17:09 WIB
Plt Dirjen Imigrasi meluncurkan aturan Visa Rumah Kedua
Plt Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana meluncurkan aturan Visa Rumah Kedua (dok.imigrasi)
Jakarta -

Ditjen Imigrasi melaporkan pembukuan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 3 triliun dari Januari-Oktober 2022. Jumlah itu sudah melampaui target yaitu Rp 2 triliun. Angka ini masih akan bertambah mengingat akhir tahun banyak wisatawan asing liburan ke Indonesia.

"Hingga awal awal Oktober 2022, Ditjen Imigrasi telah menyetorkan PNBP sebesar Rp 3.033.770.445.101,00," kata Plt Dirjen Imigrasi, Prof Widodo Ekatjahjana dalam keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (25/10/2022).

Jumlah ini meningkat tajam mengingat pergerakan masyarakat dunia sudah mulai menggeliat pasca pandemi Covid-19 menurun. Angka Rp 3 triliun di luar target pemerintah yaitu PNBP Ditjen Imigrasi untuk tahun 2022 sebesar Rp 2 triliun.

"Atau sudah 152 persen dari target Rp 2 triliun," ujar Prof Widodo Ekatjahjana.

Sumbangan PNBP yang sangat besar itu paling banyak disetor dari visa. Di mana sejak pertengahan 2016 hingga pandemi ada kebijakan bebas visa lebih dari 160 negara. Lalu dari mana sumbangan terbesar pendapatan visa itu? Ternyata dari wisatawan yang melakukan pembayaran visa on arrival (VoA) sebesar Rp 500 ribu/orang.

"Penerimaan terbesar 2022 adalah dari pelayanan visa Rp 1.287.081.905.100," ucap Prof Widodo Ekatjahjana.

Dari jumlah itu, Bali masih menjadi motor utama penerimaan visa wisata. Dalam sehari, rata-rata Bandara Bali bisa mendapatkan pendapatan dari visa sebesar Rp 4 miliar.

"Untuk di Bali saja, PNBP VoA dalam 6 bulan terakhir telah mencapai Rp 487.030.718.200," beber Prof Widodo Ekatjahjana.

Di sisi lain, Dirjen Imigrasi telah menerbitkan aturan Visa Rumah Kedua hari ini. Visa ini sebagai tindaklanjut UU Cipta Kerja yang memungkinkan para investor, global talent, digital nomad dan diaspora untuk tinggal lebih lama di Indonesia hingga 5 tahun dan dapat diperpanjang hingga 10 tahun.

"Dengan diterbitkannya kebijakan tersebut diperkirakan kontribusi PNBP Ditjen Imigrasi akan meningkat," pungkas Prof Widodo Ekatjahjana.

Simak juga 'Serba-serbi Paspor Baru yang Berlaku 10 Tahun Mulai Hari Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT