Ikuti Arahan Kapolri, Polda Metro Tarik Surat Tilang dari Seluruh Anggota

ADVERTISEMENT

Ikuti Arahan Kapolri, Polda Metro Tarik Surat Tilang dari Seluruh Anggota

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 25 Okt 2022 16:34 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melarang tilang manual dalam penindakan pelanggaran lalu lintas. Ditlantas Polda Metro Jaya mulai pekan ini telah menarik seluruh surat tilang dari anggota.

"Dengan arahan Pak Kapolri penilangan tidak boleh manual. Kami secara keseluruhan di Jakarta ini untuk surat tilang sudah kami tarik dari seluruh anggota," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman saat dihubungi, Selasa (25/10/2022).

Latif mengatakan saat ini penilangan akan difokuskan menggunakan pengawasan kamera e-TLE. Selain e-TLE statis, pihaknya tengah menyiapkan e-TLE mobile.

"Jadi masing-masing polres di tempatkan 1 e-TLE mobile. Jadi satu e-TLE mobile ini mampu meng-cover satu wilayah kabupaten tersebut," ujar Latif.

Saat ini tercatat ada 57 kamera e-TLE statis yang berada di wilayah Jadetabek. Dia berharap mulai Desember 2023 hingga Januari 2024 nanti telah ada 30 e-TLE mobil yang beroperasi di Jakarta dan wilayah penyangga.

Latif mengatakan pengawasan kamera e-TLE mobile itu nantinya bisa mengawasi sejumlah bentuk pelanggaran lalu lintas.

"Karena alat ini sudah dilengkapi dengan AI yaitu secara otomatis akan meng-capture pelanggaran-pelanggaran yang memang sesuai dengan pasal yang dipersangkakan seperti AI yang sudah ada yaitu gage (ganjil genap), terus pengemudi tanpa helm, penggunaan handphone, tidak menggunakan sabuk pengaman, lawan arus, melanggar marka jalan, melanggar rambu-rambu," terang Latif.

Latif mengatakan personel lalu lintas tetap akan bertugas di jalan untuk mengatur lalu lintas. Namun proses penindakan hukum tidak akan lagi dilakukan secara tilang manual.

"(Anggota) tetap ada di jalan, terutama kita pelayanan untuk penjagaan, pengawalan, pengaturan tapi tidak melakukan penilangan secara manual. Penilangan akan seluruhnya menggunakan e-TLE statis maupun e-TLE mobile yang sudah ada di Polda Metro Jaya," tutur Latif.

Kapolri Larang Tilang Manual

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan lagi larangannya soal tilang manual. Mantan Kabareskrim Polri ini memberikan arahan kepada jajarannya soal bersikap kepada pengendara yang melanggar lalu lintas.

"Lakukan langkah-langkah edukasi. Kalau ada yang melanggar, tegur, perbaiki, arahkan, dan kemudian setelah itu dilepas," tegas Sigit seperti dilihat detikcom dalam unggahan di akun Instagram @listyosigitprabowo, Jumat (21/10).

Dia memperingatkan jajaran polisi lalu lintas bahwa penegakan hukum di lokasi dilakukan saat terjadi kejadian menonjol, seperti kecelakaan lalu lintas. "Kecuali memang sifatnya laka lantas (kecelakaan lalu lintas) dan sebagaimana yang rekan-rekan harus lakukan penegakan hukum, silakan," sambung dia.

Sigit memerintahkan para polantas untuk menggelar operasi simpatik selama dua-tiga bulan ke depan. Polisi sabuk putih diminta mengedepankan edukasi berkendara.

"Dua-tiga bulan ke depan lakukan saja Operasi Simpatik. Jadi penegakan hukum cukup melakukan melalui e-TLE atau e-TLE mobile. Tapi terhadap pelanggaran-pelanggaran, sebaiknya berikan edukasi. Dan pada saat memberikan edukasi, memberikan pelayanan kepada mereka. Kalau kemudian direspons dengan baik, saya kira ini adalah momen dan kesempatan rekan-rekan untuk melakukan hal tersebut," tutur mantan Kapolda Banten ini.

Sigit juga sempat menyinggung masalah pemotongan hak anggota. Sigit meminta agar hak anggota Polri dipenuhi.

"Masalah anggota ini, masih ada hak anggota dipotong. Hak anggota serahkan pada anggota. Ini juga yang harus rekan-rekan lakukan khususnya di jajaran lalu lintas," pungkas Sigit.

Simak Video 'Kapolri ke Anak Buah: Yang Bisa Dipermudah, Jangan Dipersulit':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT