PPP Gelar Peringatan Maulid & Hari Santri Besok, Undang Habaib-Ulama

ADVERTISEMENT

PPP Gelar Peringatan Maulid & Hari Santri Besok, Undang Habaib-Ulama

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 24 Okt 2022 15:29 WIB
PPP Peringati Hari Santri dan Maulid Nabi
Foto: PPP
Jakarta -

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati Hari Santri Nasional. Acara tersebut bakal digelar secara hybrid pada Selasa (25/10) besok di kantor DPP PPP.

Diketahui, kegiatan ini akan dihadiri oleh sejumlah habaib dan ulama. Di antaranya KH. Mustofa Aqil Siroj (Rais PBNU), KH. Sukron Ma'mun (Pengasuh Ponpes Daarul Rahman), KH. Afifudin Muhajir (Wakil Rois Aam PBNU), KH. Muhyidin Ishaq (Rais Syuriyah NU DKI), Habib Ahmad Al-Habsy (Maa'wan PBNU), KH. Haris Shodaqoh (Rais PBNU), jajaran pengurus DPP serta DPW dan DPC PPP seluruh Indonesia.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PPP Idy Muzayad mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dalam rangka mengajak meneladani sifat-sifat Rasulullah. Menurutnya beliau merupakan teladan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam hal ekonomi, politik dan kepemimpinan.

"Gagasan Rasulullah tentang ekonomi, politik dan kepemimpinan melampaui zaman dan menjadi pedoman hingga sekarang ini. Tidak heran jika umat manusia menjadikan Rasulullah sebagai role model dalam membangun bangsa dan negara," Kata Idy dalam keterangan tertulis, Senin (24/10/2022).

Dikatakannya, Nabi Muhammad SAW menyampaikan risalah Islam tidak hanya dengan secara lisan, namun juga melalui tindakan.

"Dari akhlak dan perilaku yang mulia dalam keseharian, Rasulullah mendapat julukan suri tauladan yang baik bahkan mendapat gelar Al Amien," jelasnya.

Sementara itu Idy menilai perayaan Hari Santri sebagai momentum untuk mengenang kembali peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemaslahatan bangsa Indonesia.

"Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara," terangnya.

Santri adalah aset bangsa, kata dia, karena ikut menjaga karakter bangsa. Sekaligus melakukan transformasi melalui peran historis dan strategis dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang.

"Peran Santri tidak hanya mengemban misi lokal dan nasional, namun lebih dari itu santri juga mampu merespons tren modernitas dan globalisasi di masa depan," tegas Idy.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT