Andre Rosiade Bela Semen Padang yang Disebut Bupati Kediri 'Kualitas Bawah'

ADVERTISEMENT

Andre Rosiade Bela Semen Padang yang Disebut Bupati Kediri 'Kualitas Bawah'

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Okt 2022 20:59 WIB
Penasihat Tim Semen Padang FC (SP FC) Andre Rosiade
Andre Rosiade (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade mengkritik Bupati Kediri, Jawa Timur, Hanindhito Himawan Pramana atau Dhito Pramono, yang menyebut kualitas Semen Padang paling bawah. Andre meminta Dhito mengklarifikasi pernyataannya.

Andre menuturkan Dhito menyampaikan pernyataan 'Semen Padang paling bawah kualitasnya' saat sidak pembangunan Pasar Wates dan mengunggahnya di akun Tiktok pribadinya @masdhito. Unggahan itu viral dan menuai respons sejumlah TikTokers asal Sumatera Barat.

"Kualitas Semen Padang nomor satu di Indonesia, bahkan diakui di dunia. Jadi Bupati Kediri jangan asbun (asal bunyi). Pabrik ini dibangun sejak tahun 1910 dan sudah diekspor ke Jerman, Amerika Serikat, dan Maldives. Saat ini secara rutin diekspor ke Australia dan negara-negara di Asia Selatan. Bahkan hampir semua semen ekspor pada Semen Indonesia Group berasal dari Semen Padang," kata Andre Rosiade, Sabtu (22/10/2022).

Anggota Komisi VI DPR RI, yang membidangi BUMN, ini menyebutkan, jika harga jual Semen Padang di Pulau Jawa sedikit lebih murah daripada tempat lain, itu merupakan strategi pemasaran, bukan karena kualitasnya yang rendah daripada merek lain. Andre akan mempertanyakan dan memanggil manajemen Semen Padang terkait hal ini, karena membuat citra Semen Padang sedikit menurun.

"Kalau masih tidak percaya dengan kualitas Semen Padang, silakan datang ke PT Semen Gresik, yang satu grup dengan Semen Padang di Semen Indonesia Group. Lokasinya kan tak begitu jauh dari Kabupaten Kediri. Di situ Pak Bupati akan tahu bagaimana hebatnya kualitas Semen Padang," kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini.

Andre Rosiade meminta Dhito memperbaiki narasinya, apalagi narasi tersebut diunggah ke media sosial. "Tidak jauh dari kabupaten yang Anda pimpin ada Semen Gresik, silakan ditanya," kata Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Hal paling penting saat ini, kata Andre Rosiade, produk PT Semen Padang memenuhi dan dijaga selalu di atas SNI (Standar Nasional Indonesia). "Pastinya mutu semen dijamin melalui quality control dan quality assurance selama proses produksi," kata Andre Rosiade.

Andre juga menegaskan sudah sangat banyak gedung bersejarah dan bangunan besar di Indonesia yang dibangun dengan Semen Padang. Sampai hari ini, tidak ada yang roboh atau rusak karena kualitas semen yang buruk. "Bahkan banyak kota atau negara yang dibangun menggunakan semen unggulan ini," kata Andre.

Andre mengatakan, setelah berdiri pada 1910, sejak 1914 Semen Padang sudah dikirim untuk membangun Singapura, Batavia, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Bulelang, Makassar, Manado, Ternate, Gorontalo, Ambon, Banda, Pontianak, Toboali, Sungai Slan, Koba, Batu Rusa, Karawang, Pangkal Pinang, Sungai Liat, Blinjo, dan Jabus.

"Selanjutnya Muntok, Palembang, Bengkulu, Kru, Teluk Betung, Ulee Lheu, Sabang, Sigli, Lhokseumawe, Langsa, Belawan-Deli, Penang, dan lainnya. Jadi apa yang membuat Pak Bupati menyebut kualitas Semen Padang paling bawah," kata Andre Rosiade.

Dia menambahkan sejumlah bangunan hebat bersejarah di Indonesia menggunakan Semen Padang untuk membangunnya, seperti Jam Gadang Bukittinggi pada 1926, Pabrik Semen Gresik 1957, Pabrik Semen Tonasa 1960, Jembatan Ampera Palembang 1962, Jembatan Barelang Batam 1992, dan semua bangunan bersemen di Batam. Terowongan PLTA Singkarak 16,5 Km, PLTA Koto Panjang, Bendungan Sigura-gura, dan Jembatan Siak I dan II di Riau.

"Juga renovasi Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh, Manara Lancang Kuning Pekanbaru, dan semua pembangunan kantor di kota itu, Perpustakaan Soeman HS Pekanbaru, gedung BEI/BEJ, gedung bank dan RSU Bengkulu, mempercantik Istana Merdeka dan Istana Negara, Monas, Gelora Bung Karno (Semen Padang dan Gresik), flyover Kelok Sembilan Sumbar, Masjid Raya Sumatera Barat, Bandara Internasional Minangkabau, Bandara Sultan Thaha Jambi, sampai Jalan Tol di Sumatera," kata Andre Rosiade.

Andre mengatakan Semen Padang, sejak mulai berproduksi pada 1912, sudah berperan dalam mengubah peradaban kota-kota besar dan kecil di Indonesia. "Proyek strategis nasional yang menggunakan Semen Padang seperti Monas, gedung DPR, Jembatan Semanggi, Jembatan Barelang, Hotel Indonesia, menara Jamsostek, SCBD, bangunan World Trade Centre di Singapore, museum tsunami di Aceh, Bandara Kuala Namu di Medan sampai bangunan dan irigasi di Bangladesh," kata Andre.

(tor/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT