Warga Bantul Tidak Termakan Isu Gempa Susulan

Warga Bantul Tidak Termakan Isu Gempa Susulan

- detikNews
Sabtu, 15 Jul 2006 11:28 WIB
Jakarta - Meski isu akan terjadi gempa susulan merebak di kalangan warga Bantul dan sekitarnya, masyarakat tidak serta merta mempercayainya. Pada umumnya warga tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti hari-hari biasanya.Pantauan detikcom di sejumlah tempat di Bantul, Sabtu (15/7/2006) dinihari hingga siang ini pukul 11.00 WIB, warga tetap beraktivitas seperti biasa. "Setiap hari ada gempa, jadi kami tidak khawatir bila ada gempa susulan. Apalagi warga sekarang tinggal di tenda-tenda yang aman bila terjadi gempa susulan," ujar Kodar, warga Dusun Kembangsongo, Desa Trimulyo, Jetis, Bantul.Diakui Kodar, dua hari terakhir muncul isu gempa besar susulan yang akan terjadi di wilayahnya pada hari ini. Namun, hanya segelintir warga yang termakan dengan provokasi jahat tersebut. "Memang ada tetangga yang mengepak-ngepak barang semalam. Tetapi hanya menjadi bahan tertawaan warga," ujarnya.Pernyataan senada juga diungkapkan Wardi, warga Dusun Kalisat, triharjo, Pandak, Bantul. Warga sempat memperbincangkan isu akan ada gempa besar yang beredar melalui selebaran dan menyebar dari mulut ke mulut. "Tetapi setiap rapat-rapat warga di kampung, isu itu kami tepis bersama-sama sehingga warga tidak terpengaruh lagi," ujarnya.Sebelumnya, muncul selebaran gelap setelah munculnya awan memanjang puluhan kilometer pada Rabu (12/7/2006) lalu. Padahal, awan tersebut sebenarnya adalah awan cirrus, yang tidak ada kaitannya dengan tanda-tanda gempa. "Sejak dua hari ini, kami merasa khawatir terus menerus karena ada kabar akan ada gempa yang besar. Banyak warga yang memilih tidur di luar rumah lagi, meski suhu sangat dingin," kata Juwari (50) warga Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri, Bantul, kepada detikcom, Jumat (14/7/2006).Sebelum munculnya awan yang memanjang dari arah tenggara hingga barat daya, kata Juwari, warga sudah resah dengan beredarnya kabar dari mulut ke mulut mengenai adanya gempa yang lebih besar. Meski aparat Muspika Imogiri bersama aparat desa sudah memberikan penjelasan, warga belum bisa mempercayai sepenuhnya."Mereka masih percaya akan peristiwa Rabu kemarin sebagai pertanda akan adanya gempa besar," kata dia. Meski dirinya tidak terlalu mempercayai hal-hal yang bersifat mistik, menurut dia, sebagian tetangganya mempercayai setelah munculnya awan panjang warna putih itu kemudian muncul sesuatu benda seperti meteor warna hijau yang jatuh dari arah selatan ke utara. Ada warga yang menganggap hal itu sebagai Teluh Brojo atau meteor jatuh sebagai pertanda akan ada bencana atau kesialan. "Kami sendiri sekeluarga tidak mempercayai hal itu dan lebih mempercayai keterangan yang ilmiah dari BMG," kata Juwari yang sehari-harinya sebagai guru di SMP swasta di Bantul itu.Dia mengaku pasca gempa sudah banyak isu dan kabar bohong yang terus didengar. Isu itu antara lain wilayah Imogiri dan Jetis yang terletak tidak jauh dari Sungai Opak yang akan tenggelam karena masih banyak patahan aktif di tempat itu. Termasuk suara gemuruh seperti kendang ditabuh yang terdengar di pertemuan Kali Opak dan Kali Oya di Pundong yang dikabarkan akan ada gempa besar lagi. "Sekarang soal Teluh Brojo dan ada gempa besar tanggal 15 Juli besok ini sangat meresahkan. Bahkan ada selebarannya lagi. Ini kan membuat warga resah dan tidak tenang," katanya.Selebaran yang sama juga beredar di daerah Klaten. Saat ini, polisi di Klaten juga tengah menyelidiki siapa penyebar selebaran yang meresahkan warga ini. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads