Flu Burung Masih Ancam Tangerang
Sabtu, 15 Jul 2006 04:21 WIB
Jakarta - Pemilihan Kota Tangerang sebagai proyek percontohan pemberantasan flu burung yang akan mulai berjalan Agustus mendatang bukan tanpa alasan. Sebab kota itu merupakan basis endemik flu burung.Demikian disampaikan Direktur Rumah Sakit Sulianti Saroso Santoso Soeroso usai simposium internasional mengenai pemberantasan flu burung di Hotel Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (14/7/2006)."Sejak penemuan pertama Juli 2003 hingga kemarin yang mengena satu keluarga menunjukan H5N1 masih bersirkulasi di Tangerang", cetus Santoso.Proyek percontohan itu akan melibatkan berbagai pihak seperti Departemen Kesehatan dan Departemen Peternakan. Bahkan para ahli dari Singapura dan Amerika juga akan dilibatkan.Salah satu agenda penting dalam pemberantasan virus ini adalah pembatasan ruang gerak unggas."Tapi teknisnya masih menunggu koordinasi dengan pihak tim teknis di lapangan," imbuh Santoso.Menurut Wakil Ketua Pelaksana Komisi Nasional Penanganan Flu Burung Tri Satya Naisposos, jika terdapat unggas yang diketahui mengidap flu burung akan segera dimusnahkan."Cuma masalahnya, nilai kompensasinya masih terlalu rendah," ujar Tri Satya.Ditambahkan dia, kompensasi senilai Rp 10.000 perekor dianggap terlalu rendah sehingga tidak dapat mendorong petani melaporkan unggasnya yang diduga terkena virus.Sekadar diketahui, pemerintah lewat Departemen Kesehatan telah menyediakan anggaran senilai Rp 44,6 miliar untuk proyek percontohan pemberantasan flu burung. Dana itu akan digunakan hingga 2008.
(nvt/)











































