Panglima: Jika Dibutuhkan, Puspom Bisa Periksa Ryamizard

Panglima: Jika Dibutuhkan, Puspom Bisa Periksa Ryamizard

- detikNews
Jumat, 14 Jul 2006 14:13 WIB
Jakarta - Puspom TNI menargetkan proses penyelidikan kasus penemuan senjata di kediaman Waaslog KSAD Alm Brigjen TNI Koesmayadi selesai pada 9 Agustus mendatang. Jika diperlukan, mantan KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dapat dimintai keterangan."Kalau memang diperlukan, Puspom bisa meminta keterangan dari siapa saja. Kalau kita mencintai TNI dan menginginkan perbaikan bagi TNI keterangan itu sangat diperlukan. Beliau (Ryamizard) sangat menghargai integritas sebagai negarawan. Saya yakin beliau akan melaksanakan itu. Saya kira KSAD dan Puspom akan approach beliau," kata Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto.Panglima TNI mengatakan hal itu ketika ditanyakan wartawan soal kemungkinan diperiksanya sejumlah jenderal termasuk Ryamizard Ryacudu, usai peringatan ulang tahun Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI di Balai Sudirman, Jalan Sahardjo, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2006).Panglima mengatakan, hingga saat ini Puspom TNI setidaknya sudah memeriksa 72 orang. Namun menyangkut target penyelesaian penyelidikan selama sebulan, Djoko mengatakan hal itu merupakan target dari Puspom. "Itu bukan target saya, tapi target Puspom. Ya kita ikuti saja. Mudah-mudahan 1 bulan selesai," ujarnya.Terkait dengan rekanan CV Adian Nalambok yang diduga fiktif, Panglima TNI meminta agar semua pihak tidak menduga-duga."Saya tidak mengambil kesimpulan soal itu. Ini kan masih dalam proses. Jangan menduga-duga. Ikuti saja proses Puspom TNI. Mudah-mudahan berkembang baik. Keterangan yang dipercaya itu hanya hasil penyelidikan Puspom. Puspom belum memberikan laporan ke saya," terang Djoko Soeyanto.Ditanyakan mengenai pernyataan Gubernur Lemhannas Muladi bahwa pelaku pengedar senjata ilegal bisa dihukum mati, Panglima TNI mengatakan, pihaknya tidak ingin mendahului Puspom.Dalam kesempatan itu Panglima juga membantah adanya nuansa untuk melindungi pihak-pihak tertentu. Dia juga menyatakan tidak ada keberatan apapun dari sesepuh TNI untuk memeriksa pihak-pihak yang dianggap tahu soal senjata di rumah Koesmayadi."Saya tidak pernah menerima SMS soal keberatan itu," tegas Marsekal Djoko Soeyanto. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads