Mediasi Gagal, Sidang Gugatan Deolipa ke Bareskrim Lanjut ke Pokok Perkara

ADVERTISEMENT

Mediasi Gagal, Sidang Gugatan Deolipa ke Bareskrim Lanjut ke Pokok Perkara

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 19 Okt 2022 16:30 WIB
Deolipa Yumara
Deolipa Yumara (Yulida/detikcom)
Jakarta -

Sidang gugatan Deolipa Yumara terhadap tergugat Bharada E, Ronny Talapessy, dan Bareskrim Polri masuk ke tahap pokok perkara. Deolipa mengatakan sidang mediasi tersebut berlangsung gagal atau buntu, sehingga sidang akan dilanjutkan ke tahap pembacaan gugatan.

"Gagal, buntu ya karena mereka menutup diri untuk mediasi. Ya kita juga sekarang menutup diri untuk mediasi, jadi langsung ke pokok perkara," kata Deolipa, saat dihubungi detikcom, Rabu (19/10/2022).

Deolipa mengatakan harusnya sidang mediasi hari ini beragendakan jawaban tergugat III Bareskrim atas proposal perdamaian yang diajukan Deolipa pekan lalu. Salah satu poin perdamaian yang diajukan Deolipa pekan lalu adalah meminta agar pihak Bharada E mencabut pencabutan surat kuasa atas pemohon Deolipa dan M Burhanuddin sehingga keduanya dapat kembali menjadi kuasa hukum Bharada E.

Namun, pada hari ini, pihak tergugat III Bareskrim Polri memberikan jawaban secara lisan, intinya pihak Bareskrim Polri menyerahkan kepada Bharada E untuk memberikan surat kuasa. Namun pihak Bharada E menyatakan menutup peluang mediasi sehingga gugatan tersebut masuk ke pokok perkara.

"Mereka bilang dari pihak Bareskrim yang punya kewenangan untuk ini adalah si Eliezer atau Bharada E, di mana (pihak, red) Bharada E bilang tidak dalam posisi untuk berdamai di mediasi. Ya sudah nggak apa apa, otomatis kita masuk di minggu depan itu masuk ke persidangan pokok perkara," kata Deolipa.

Sidang selanjutnya akan digelar Rabu mendatang (26/10) dengan agenda pembacaan gugatan. Deolipa mengatakan inti gugatannya itu bukan terkait gugatan uang Rp 15 miliar, melainkan terkait etika pencabutan kuasa yang menurutnya tidak sesuai prosedur.

"Patut diingat, kita kejar gugatan ini bukan persoalan kita minta ganti rugi. Tapi persoalannya adalah kita menjaga marwah atau harga diri dari pengacara, pengacara seluruh Indonesia," kata Deolipa.

Ia meminta agar tidak ada lagi kasus serupa menimpa pengacara lainnya. Misalnya terhadap pengacara yang telah diberikan surat kuasa, tetapi secara tiba-tiba surat kuasa dicabut tanpa etika atau secara sewenang-wenang.

"Kita menjaga semua pengacara supaya nggak mudah direndahkan. Kita capek-capek diminta bantuan, menolong, tapi kita kemudian dilepehkan bahasa Jawa-nya, dihinakan," sambungnya.

"Yang kita jaga supaya jangan sampai itu terulang kembali, etikanya harus berjalan. Mudah-mudahan melalui putusan ini bisa etika berjalan, dunia pengacara, dunia polisi juga ada tata krama," tambah dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Saat Hakim Berhalangan, Sidang Gugatan Rp 15 M Deolipa ke Richard Ditunda':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT