Pura-pura Jadi Investor, 6 WN Bangladesh Dideportasi Imigrasi

ADVERTISEMENT

Pura-pura Jadi Investor, 6 WN Bangladesh Dideportasi Imigrasi

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 19 Okt 2022 09:36 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Jaksel
Foto: Kepala Kantor Imigrasi Jaksel
Jakarta -

Sejumlah pekerja asing dari Bangladesh, inisial AAN mengaku-aku sebagai investor dan mendapatkan rekomendasi dari lembaga terkait untuk mendapatkan visa. Namun Imigrasi tidak lengah dan menangkap AAN berserta lima temannya.

Kantor Imigrasi Jakarta Selatan menyampaikan bahwa 6 warga negara asing yang berkegiatan tidak sesuai dengan izin tinggalnya itu ditangkap usai ada laporan masyarakat. Kini, enam warga negara asing (WNA) itu akan dideportasi ke negara asalnya, Bangladesh.

"Hal ini berawal dari laporan masyarakat terkait kecurigaan terhadap beberapa warga negara asing yang tinggal pada salah satu unit apartemen di wilayah Jakarta Selatan, petugas Imigrasi Jakarta Selatan bersama dengan anggota TIMPORA menindaklanjuti laporan dengan melakukan pengawasan keimigrasian pada unit dimaksud," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan, Felucia Sengky Ratna, dalam keterangan persnya, Rabu (19/10/2022).

Enam WN Bangladesh itu berinisial AAN, MD AH, ZH, MD SI, AAZ, MD EA. Mereka ke Indonesia disponsori oleh PT ATI yang berlokasi di Cikarang Kabupaten Bekasi. Diketahui bahwa satu orang pemegang Izin Tinggal Terbatas sebagai investor. Sedangkan yang lainnya merupakan pemegang Izin Tinggal Kunjungan dengan tujuan bisnis/wisata.

"Dari hasil pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa 1 (satu) orang atas nama AAN yang mengaku sebagai investor tidak mengetahui apapun terkait izin tinggal, tujuan serta kegiatannya di Indonesia, demikian halnya 5 (lima) orang lainnya tidak memiliki tujuan dan kegiatan yang jelas selama di Indonesia," ucap Felucia Sengky Ratna.

Felucia Sengky Ratna mengungkapkan keenam orang asing tersebut diketahui tidak melakukan kegiatan yang sesuai dengan izin tinggalnya. Menurut pengakuannya bahwa kegiatan sehari-hari hanya berdiam diri di apartemen dan sesekali keluar untuk membeli makanan.

"Selain itu, kami juga menemukan bahwa salah satu dari mereka izin tinggalnya telah habis masa berlaku atau overstay. Hal ini tentunya akan kami tindak lanjuti dengan tegas untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Felucia Sengky Ratna/

Keenamnya mengaku datang ke Indonesia berdasarkan ajakan dan dikoordinir oleh seorang WN Bangladesh berinisial MAH yang merupakan Direktur Utama PT ATI.

"Kami telah melakukan pemanggilan terhadap MAH tetapi yang bersangkutan saat ini tidak berada di wilayah Indonesia. Terhadap keenamnya akan dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2022 sehubungan dengan pelanggaran pasal 122 huruf (a), pasal 123 huruf (a), dan pasal 78 ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," pungkas FeluciaSengkyRatna.

(asp/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT