Ramahnya Warga Selaru, Pendatang Diangkat Anak Asuh hingga Diberi Marga

ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Ramahnya Warga Selaru, Pendatang Diangkat Anak Asuh hingga Diberi Marga

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Minggu, 16 Okt 2022 10:05 WIB
Ramahnya Warga Selaru, Pendatang Diangkat Anak Asuh hingga Diberi Marga
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Kepulauan Tanimbar -

Masyarakat Kecamatan Selaru di Kabupaten Kepulauan Tanimbar terkenal ramah dan hangat terhadap para pendatang di wilayah mereka. Bahkan, mereka memiliki adat memberikan marga kepada warga pendatang yang menetap lama di Selaru.

Sekretaris Desa Elyasa Thomas Entamoin mengatakan adat pemberian marga itu masih dilakukan sampai sekarang. Ia menerangkan setiap ada orang yang ingin menetap lama di Elyasa, baik itu guru, tenaga kesehatan, atau anggota TNI, akan ada warga yang mengangkat mereka sebagai anak.

Thomas mengatakan marga diberikan agar rasa kekeluargaan semakin kental. Dengan begitu, pendatang akan nyaman dan betah untuk tinggal di Selaru karena tidak merasa terasingkan.

"(Pemberian marga) masih (dilakukan) sekarang contohnya orang ke sini kalau menetap atau tugas di sini pemdes cari orang tua asuh di sini," jelas Thomas kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Adapun pemberian marga ini diberikan kepada pendatang yang akan menetap setidaknya 1 tahun di Selaru. Jika kurang dari itu, mereka hanya akan mendapatkan orang tua asih.

"(Miminal tinggal di Selaru) 1 tahun lebih. Kalau hanya 1 bulan nggak dikasih, cari orang tua (asuh) saja," ungkap Thomas.

Thomas menuturkan saat ada pendatang, aparatur desa akan menginformasikan kepada warga untuk menjadi orang tua asuh. Adapun pemberian marga ini ditandai lewat sebuah upacara sederhana.

"Upacara dikalungkan tenun baru dituangin sopi (minuman tradisional Maluku)," cetus Thomas.

Ramahnya Warga Selaru, Pendatang Diangkat Anak Asuh hingga Diberi MargaRamahnya Warga Selaru, Pendatang Diangkat Anak Asuh hingga Diberi Marga Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Pria berbadan tegap itu menyebut orang yang diangkat anak bisa saja mendapatkan warisan dari orang tua asuhnya. Hal itu bisa terjadi jika si anak tetap berhubungan baik dengan keluarga angkatnya di Selaru.

"Yang paling penting saat kembali ke Jakarta tetap berkomunikasi aja... Kita gak terlalu (butuh) bantuan apa-apa yang penting kontak saja," beber Thomas.

Sementara itu, Komandan Pos Jaga Satgas Pengamanan Pulau Terluar (Pamputer) Yonif 734/Satria Nusa Samudra Pattimura Sertu Algi Alamsyah mengatakan rasa kekeluargaan yang diberikan masyarakat Selaru membuat timnya kerasan tinggal di sana. Para anggota TNI menjadi sangat mudah dekat dengan warga, apalagi masing-masing dari 12 anggota Satgas Pamputer Yonif 734 di Selaru sudah mendapatkan orang tua asuh dan marga.

"Kita rasa kekeluargaan jadi lebih nyaman lebih leluasa untuk bergaul karena sudah dianggap anak dan keluarga sendiri," ungkap Algi.

Algi yang mendapatkan marga Boinsera mengaku bertugas di Selaru terasa menyenangkan. Ia merasa seperti berada di kampung halaman sendiri.

"Bukan merasa di daerah lain, seperti daerah sendiri saja. Kalau untuk dasarnya kita tentara di manapun kita tinggal harus menyatu dengan masyarakat tidak ada jarak," tegas Algi.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

Simak Video 'Mengenal Desa Pariwisata Kandar, Desa diperbatasan RI':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT