SBY soal Konflik Rusia-Ukraina: Tidak Boleh Netral

ADVERTISEMENT

SBY soal Konflik Rusia-Ukraina: Tidak Boleh Netral

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Kamis, 13 Okt 2022 15:29 WIB
Jakarta -

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung konflik Ukraina dan Rusia yang tak kunjung selesai. SBY menilai semua pihak, termasuk Indonesia, tidak boleh netral atas konflik tersebut.

Awalnya SBY menjelaskan situasi dan kondisi konflik antara Rusia dan Ukraina yang makin memburuk dan berpotensi menjadi perang yang lebih besar.

"Perkembangan situasi di Ukraina dan Eropa semakin buruk dan bisa berkembang ke perang besar jika tren terus meningkat, termasuk permusuhan Barat dan Rusia dan sekutunya yang semakin tajam dan mendalam. Maka dari itu miskalkulasi mungkin terjadi, unexpected incident di lapangan atau in the ground setiap saat bisa terjadi," kata SBY di acara seminar yang bertemakan 'Geopolitik dan Keamanan Internasional, Ekonomi Global, & Perubahan Iklim' di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022).

SBY menyinggung sikap beberapa pihak yang memilih tidak ingin ikut-ikutan atau tidak memihak dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. Dia menyebut keputusan itu mungkin tidak salah.

"Mungkin soal perang di Ukraina ada yang milih, 'Oh saya tak ikut-ikutan, saya ingin netral, saya tidak akan take side apakah pro-Rusia atau pro-Ukraina dan kemudian Barat', pilihan begitu mungkin tidak salah," kata SBY.

Namun SBY menilai semua pihak seharusnya tidak netral dalam konflik dua negara tersebut. Dia beralasan semua harus mencegah konflik tersebut memburuk menjadi perang dunia ke-3, bahkan perang nuklir.

"Tetapi tidak boleh abstain, tidak boleh netral, kita semua para pemimpin dunia harus mencegah memburuknya situasi sampai pada ujung terjadi Perang Dunia yang baru disertai penggunaan senjata nuklir, itu yang paling penting, make the impossible possible, dan dengan memohon pertolongan Tuhan, dengan niat baik dan ikhtiar yang serius insyaallah akan ada jalan," ujar dia

(maa/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT