Mahfud Ungkap 24 Hakim Masuk Bui Era Reformasi Manfaatkan Independensi

ADVERTISEMENT

Mahfud Ungkap 24 Hakim Masuk Bui Era Reformasi Manfaatkan Independensi

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 13 Okt 2022 13:03 WIB
Forum Group Discussion dengan tema Reformasi Sistem Hukum Nasional: Pendekatan Ideologi, Konstitusi dan Budaya Hukum di Sekolah PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2022).
Mahfud Md di FGD PDIP. (Dok. PDIP)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut 24 hakim pernah masuk bui sejak era reformasi. Mahfud menyinggung soal jual kasus terkait hakim masuk bui.

"Tidak kurang sudah ada 24 hakim ini sekarang yang masuk penjara. Dan itu sampai ketua mahkamah, hakim agung, hakim tinggi, dan seterusnya," ujar Mahfud dalam forum group discussion dengan tema 'Reformasi Sistem Hukum Nasional: Pendekatan Ideologi, Konstitusi dan Budaya Hukum' di Sekolah PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2022).

Mahfud beranggapan hal ini dikarenakan munculnya UU Nomor 35 Tahun 1999 terkait penyatuatapan era reformasi. Sedangkan pada era Orde Baru, seluruh hakim taat pada pemerintah.

"Asumsinya apa dulu? Hakim dulu sama pemerintah Orde Baru itu takut, sehingga dia karena pegawai negeri takut dipecat kalau ada pemerintah beperkara dikalahkan. Yang bener dikalahkan, pokoknya pemerintah harus menang," ucap Mahfud.

"Maka dibuat undang-undang hakim itu pejabat negara saja, lahir undang-undang itu maksudnya baik, tapi tahu nggak kemudian karena hakim itu merdeka, lepas dari kekuasaan pemerintah, maka banyak hakim yang tertangkap karena menggunakan kemerdekaannya bukan untuk membela kebenaran, tetapi untuk menjual kasus," sambungnya.

Terkait penyatuatapan tersebut, para hakim tersebut memanfaatkan bahwa mereka merdeka dan independen. Namun, saat hakim memberi putusan salah, mereka menyebut putusannya tidak dapat diganggu gugat.

"Karena penyatuatapan, itu tadi digunakan bahwa hakim itu merdeka dan independen. Kalau putusannya salah, hakim tinggal bilang, 'loh putusan hakim tidak bisa diganggu gugat, kami merdeka, nggak boleh masuk eksekutif'," ucap Mahfud.

"Memberi kemerdekaan, tetapi mereka menggunakan tidak boleh ikut campur itu untuk begitu, bilangnya kami independen, punya pertimbangan sendiri, ya kalau sudah di situ hilang perkaranya, kecuali tertangkap tangan seperti yang terakhir itu yang di-OTT," sambungnya.

Simak Video 'Mahfud Md: Upaya Pemberantasan Korupsi Banyak Gembos di MA':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/rfs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT