Komnas HAM Akan Periksa Pihak LIB hingga PSSI Secara Bergantian

ADVERTISEMENT

Komnas HAM Akan Periksa Pihak LIB hingga PSSI Secara Bergantian

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 13 Okt 2022 10:32 WIB
Jakarta -

Komnas HAM memanggil PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSSI, dan Direktur Utama Indosiar untuk mengusut Tragedi Kanjuruhan hari ini. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyatakan tiga pihak tersebut telah mengkonfirmasi kedatangannya.

"Jadi hari ini memang rencananya Komnas HAM meminta keterangan dari PSSI, kemudian PT LIB dan broadcaster. Dan pagi ini terkonfirmasi mereka akan hadir semua. Hanya waktunya mulai dari jam 10 pagi sampai nanti kita lihat selesainya jam berapa," kata Beka kepada wartawan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022).

Beka mengatakan pemeriksaan akan dilakukan secara bergantian. Komnas HAM akan mengkonfirmasi keterangan dari satu pihak dengan pihak lainnya.

"Nanti bergantian, jadi bergantian supaya kami juga bisa mengkonfirmasi, terus kemudian cross-check begitu keterangan satu pihak dengan pihak yang lain dalam waktu atau tempat yang berbeda," ujarnya.

Dia mengatakan PT LIB akan diperiksa lebih dulu. Kemudian pemeriksaan dilanjutkan kepada Indosiar selaku broadcaster pertandingan Arema FC vs Persebaya, lalu yang terakhir kepada PSSI.

"Dari LIB terlebih dahulu, mungkin jam 10.00 WIB, terus kemudian baru saja saya dapat konfirmasi dari Pak Anam bahwa nanti PSSI sekitar jam 15.00 WIB akan lengkap datang ke Komnas. Katanya lebih cepat lebih baik. Juga broadcaster nanti siang, siangnya kita jam 14.00 WIB," ucapnya.

Komnas HAM Kantongi Video Krusial Tragedi Kanjuruhan

Komnas HAM menyampaikan hasil perkembangan penyelidikan Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Penyelidikan menemukan video kunci Tragedi Kanjuruhan.

Menurut komisioner Komnas HAM Choirul Anam, pihaknya memiliki video kunci yang direkam oleh salah satu korban yang akhirnya meninggal dalam tragedi itu.

Awalnya, Anam mengatakan sedang menghimpun data dan bukti yang ada di lapangan. Bukti ini berdasarkan keterangan saksi dan video saat kejadian seusai pertandingan Arema melawan Persebaya pada 1 Oktober 2022.

"Penembakan gas air mata pertama kali ke arah tribun selatan sekitar pukul 22.08.59 WIB. Tim sedang mendalami titik krusial yang mengakibatkan banyak korban yang meninggal. Hal inilah yang memicu kepanikan penonton dan muncul dinamika di lapangan menjadi ricuh," kata Anam dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (12/10).

"Ini tadi berdasarkan dari video kunci, video eksklusif, dan beberapa keterangan dari saksi yang selamat. Walaupun sempat ada yang pingsan di titik itu," sambungnya.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT