Warga Bantul Demo Tuntut Pemerataan Jadup

Warga Bantul Demo Tuntut Pemerataan Jadup

- detikNews
Rabu, 12 Jul 2006 14:53 WIB
Yogyakarta - Ratusan warga Bantul menggelar aksi menuntut pembagian bantuan jaminan hidup (jadup) agar merata dan adil, Rabu (12/7/2006). Sebab sampai sekarang, masih banyak warga desa, terutama di Kecamatan Imogiri yang menjadi korban bencana belum menerima jadup dan bantuan lainnya dari pemerintah.Warga yang ikut aksi di halaman DPRD DIY, Jl. Malioboro Yogyakarta itu tergabung dalam Solidaritas Bersama Korban Gempa Yogyakarta. Mereka sebagian besar warga desa Selopamioro, Sriharjo dan Karangtengah, Kecamatan Imogiri. Mereka datang dengan menumpang truk dan mobil bak terbuka.Saat menggelar unjukrasa, warga juga membawa beberapa poster. Antara lain bertuliskan, "Mana janjimu?", "Ojo dipersulit, kami butuh duit", "Omah hancur jadup tak mengucur", "50 hari bantuannya mana?", dan "korban gempa butuh kepastian." Mereka melakukan aksi dengan tertib di halaman gedung DPRD, sementara aparat Poltabes Yogyakarta hanya mengawasi dari kejauhan. Koordinator aksi, Awaludin disela-sela aksi kepada wartawan menuturkan, sampai sekarang penyaluran dana bagi korban gempa terutama di Kecamatan Imogiri tidak merata. Tidak semua warga mendapatkannya, padahal hampir 90 persen rumah-rumah milik warga desa tersebut hancur dan rusak. "Masih banyak warga di tiga desa itu yang belum mendapatkan bantuan. Jumlahnya lebih kurang 4 ribu orang," katanya.Menurut dia, penyaluran jadup berupa uang Rp 90 ribu dan beras 10 kg yang dilakukan melalui desa dan dukuh yang dilakukan beberapa waktu lalu mengakibatkan rasa saling cemburu dan curiga. Akibatnya sempat menimbulkan keresahan antara warga satu sama lain.Awaludin menyatakan pihaknya bersama perwakilan warga sudah menanyakan kepada Kepala Kecamatan Imogiri maupun pemkab Bantul, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Bahkan bantuan uang pengganti pakaian sebesar Rp 100 ribu per jiwa dan uang peralatan dapur Rp 100 ribu per kepala keluarga sampai saat ini juga belum turun. "Kalau seperti ini terus tanpa ada kepastian, warga semakin resah karena sampai sekarang mereka tidak punya apa-apa lagi dan masih banyak yang belum bekerja," kata dia. Sementara itu secara terpisah Ketua DPRD DIY Djuwarto mengharapkan pemerintah pusat hendaknya tidak hanya memberikan bantuan kepada 75 persen dari 100 persen jumlah warga yang diajukan. Sebab hampir sebagian besar warga Bantul seperti di Imogiri itu menjadi korban gempa dan sebagian besar rumahnya ikut rusak. "Aspirasi mereka akan kami teruskan ke pemerintah pusat. Secepatnya kami juga akan mengirim surat kepada pemerintah dan ternyata banyak yang belum mendapatkan jadup," kata dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads