ADVERTISEMENT

Marina Bay Sands Casino Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Lukas Enembe

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Rabu, 12 Okt 2022 11:31 WIB
Film dokumenter KPK Endgame ditonton oleh pegawai tak lolow TWK.
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK menyampaikan pihak Marina Bay Sands Casino Singapura tak memenuhi panggilan penyidik terkait kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe. KPK memastikan akan memanggil ulang pihak Marina Bay Sands Casino.

"Informasi yang kami terima yang bersangkutan belum bisa hadir," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (12/10/2022).

Ali Fikri menyebut pihak Marina Bay Sands Casino yang dipanggil adalah Asisten Direktur Marina Bay Sands Defry Stalin. Ali menuturkan Defry Stalin telah diagendakan untuk dimintai keterangan pada Selasa (11/10) kemarin.

Ali memastikan penyidik KPK bakal menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap Defry Stalin. "Tim Penyidik akan menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap saksi," tutur Ali.

Sebelumnya, KPK memanggil pihak Marina Bay Sands (MBS) Casino, Singapura. Dia dipanggil terkait dugaan tindak pidana korupsi (TPK) berupa suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua yang menjerat Lukas Enembe.

Penyidik memanggil Defry Stalin dalam kapasitas sebagai saksi untuk Lukas Enembe.

"Hari ini (11/10) pemanggilan dan pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan TPK suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua dengan Tersangka LE," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, kemarin.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya pihak lain yang telah berstatus tersangka di kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe (LE).

Hal itu terungkap dalam agenda pemeriksaan yang ditujukan kepada istri dan anak Lukas Enembe, yakni Yulce Wenda dan Astract Bona Timoramo Enembe. Selain bersaksi untuk Lukas, keduanya dijadwalkan bersaksi untuk tersangka lain.

"Kami juga tegaskan bahwa pemanggilan terhadap anak dan istri LE ini juga untuk tersangka yang lain, bukan hanya untuk Tersangka LE," kata Ali Fikri kepada wartawan, Senin (10/10).

Namun, dalam kasus ini, Ali belum menjelaskan konstruksi perkara, termasuk pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Hingga saat ini, KPK baru mengungkap seorang tersangka di kasus ini.

Sumber tepercaya detikcom mengatakan bahwa sosok tersangka itu adalah orang yang diduga memberikan suap ke Lukas Enembe. Tersangka itu diketahui dari pihak swasta.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Respons KPK Soal Lukas Enembe Diproses Secara Hukum Adat

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT