Jejak Barack Obama
Ayah Tiri Barry dan Ayam Aduan
Rabu, 12 Jul 2006 13:34 WIB
Jakarta - Kisah Barack Obama alias Barry di Indonesia menarik untuk dijelajahi. Setelah berpuluh-puluh tahun meninggalkan Jakarta dan terbang ke AS, Barry masih ingat dengan kandang ayam. Maklum, ayah tiri Barry, Lolo Soetoro, sangat senang dengan ayam aduan. Barry saat ini menjadi senator AS dari negara bagian Illinois. Pria keturunan AS-Kenya ini sekarang disebut-sebut sebagai calon Presiden AS tahun 2008. Dia akan bersaing dengan Hillary Rodham Clinton dalam konvensi Partai Demokrat. Sebelum menjadi senator AS, Barry pernah mengkritik kebijakan Presiden Bush yang melakukan invasi ke Irak. Barry juga peduli dengan flu burung yang melanda Indonesia. Suatu waktu, Barry pernah mengaitkan penularan flu burung dengan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memelihara ayam. Dia teringat saat tinggal di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, banyak tetangganya yang memelihara ayam di pekarangan dan sekitar rumah. Bicara soal ayam, ternyata Lolo Soetoro juga senang memelihara ayam. Tapi, suami kedua ibunda Barry, Ann Dunham, ini lebih suka memelihara ayam aduan. "Pernah suatu subuh, Pak Lolo tiba-tiba sudah nongkrong di halaman belakang rumah saya. Dia melihat ayam jantan saya," ujar Suwardi, tetangga Lolo saat tinggal di kawasan Jl. H Ramli, Menteng Dalam, saat bercerita tentang Barry kepada detikcom, Selasa (11/7/2006). Ayam Suwardi ini memang oke, selalu menang jika diadu. "Pak Lolo tertarik sama ayam saya. Kemudian, dia membawa dua babon (ayam betina) untuk ditukarkan dengan ayam saya itu. Saya senang aja," ujar Suwardi yang kini berusia 67 tahun ini. Menurut Suwardi, Lolo memang sangat senang dengan ayam aduan. Selain senang memelihara ayam, Lolo juga senang memelihara hewan-hewan lain. Di rumahnya, Lolo memelihara buaya, lutung, dan anjing. Barry tinggal bersama Lolo di Jl. H Ramli ini sekitar tahun 1968-1971. Barangkali yang diingat Barry mengenai pemeliharaan ayam di belakang rumah saat berbicara mengenai flu burung adalah ayam-ayam milik Suwardi ini. Saat itu, Suwardi memang memiliki beberapa ayam yang dikandangkan di halaman belakang rumah. Rumah Suwardi dan Lolo memang bersebelahan. Barry pun sering bermain ke rumah Suwardi. Tentang Lolo Menurut Suwardi, Lolo merupakan tetangga yang baik dan bisa bergaul dengan para tetangga lainnya. "Pak Lolo itu perawakannya agak gemuk pendek. Dia cukup bergaul dengan para tetangga," ujar Suwardi. Tentang pekerjaan Lolo, Suwardi tidak mengetahui secara jelas. "Setahu saya dia bekerja di Pertamina, tapi ahli topografi (pemetaan)," ujar Suwardi. Sekitar tahun 1971, Lolo bercerai dengan Ann Dunham, ibunda Barry. Setelah bercerai, Ann Dunham pindah rumah, sementara Lolo masih berada di rumah di Menteng Dalam itu. Setelah menikah lagi dengan Ny Erna, Lolo pindah ke Sawangan, Depok. Lolo meninggal dunia pada 2 Maret 1993 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Kisah tentang Lolo Soetoro juga diceritakan oleh Zulfan Adi, teman sepermainan Barry yang pada tahun 1970-an dekat dengan Lolo. "Pak Lolo orangnya sederhana, tidak sombong, dan suka bercanda," ujar Adi saat berbincang-bincang dengan detikcom. Lolo juga dikenal sangat kuat untuk mengobrol dan begadang. "Kalau baru kenal dia, sepertinya memang pendiam. Tapi, kalau sudah dekat seperti saya, bisa sampai pagi ngobrolnya," kata Adi. Yang tidak pernah terlupakan oleh Adi lainnya adalah Lolo suka mentraktir makan. "Saya selalu diajak pergi makan. Nggak pelitlah," kata dia. Keterangan Foto:Barry berusia sekitar 10 tahun saat tinggal di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan.
(asy/)











































