Insiden Maut Tembok MTsN 19 Roboh, KPAI Minta DKI Antisipasi Musim Hujan

ADVERTISEMENT

Insiden Maut Tembok MTsN 19 Roboh, KPAI Minta DKI Antisipasi Musim Hujan

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 21:26 WIB
Komisioner KPAI, Jasra Putra
Komisioner KPAI Jasra Putra (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Insiden tembok roboh akibat banjir yang menewaskan tiga orang siswa terjadi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. KPAI memberikan sejumlah catatan.

"Masuknya musim hujan mengingatkan kembali para petugas yang dimandatkan negara untuk mengaktifkan mitigasi bencana alam, jalur evakuasi, sosialisasi di lingkungan masing-masing," ujar Kadivwasmonev KPAI Jasra Putra dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).

Peta wilayah bencana, jelas Jasra, harus diaktifkan kembali, terutama fasilitas publik yang berada di daerah rawan longsor, banjir, dan pergerakan tanah. Hal ini, imbuh Jasra, perlu disosialisasi lagi kepada masyarakat.

"Jalur evakuasi kembali perlu diaktifkan, dicek, apakah masih layak, apakah jalur dan petunjuk dapat dipahami jelas, apakah peringatan dini sudah aktif. Penting ada yang kembali mengambil tanggung jawab, mengingatkan masyarakat," kata Jasra.

Dengan begitu, lanjut Jasra, peristiwa seperti di MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan, tidak sampai terulang. Salah satunya dengan memantau ketinggian air kali.

"Yang perlu ada pemulihan bersama atas peristiwa, apalagi musim hujan baru datang. Yang selalu akan membawa kekhawatiran anak anak di sekolah, akibat peristiwa tersebut," jelasnya.

"Trauma sering kali berdampak mendalam, ketika peristiwa melekat di ingatan anak, apalagi melihat langsung. Mereka sering kali terbawa pada emosi yang tidak stabil sehingga perlu menyampaikan apa yang mereka rasakan, sekolah bisa menyiapkan ahli kejiwaan," tambahnya.

KPAI turut berbelasungkawa atas meninggalnya 3 siswa MTsN 19. Jasra berharap keluarga yang ditinggalkan kuat, tabah, dan sabar.

"Kita berharap musim hujan yang datang kembali ini, mengingatkan kita semua kondisi rumah, fasilitas publik, termasuk dinas pendidikan daerah agar mengingatkan semua sekolah untuk kembali cek fasilitas yang ada, dan menyiapkan mitigasi dan jalur evakuasi ketika terjadi bencana," imbuh Jasra.

Diketahui, insiden tembok roboh di MTsN 19 Pondok Labu akibat diterjang banjir menewaskan tiga siswa. Tiga orang korban meninggal dunia bernama Dika, Dendis, dan Adnan.

Peristiwa tembok roboh di MTsN Pondok Labu itu terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Peristiwa itu bermula saat hujan deras menyebabkan air gorong-gorong meluap dan menggenangi area MTsN 19.

Tembok itu roboh akibat tidak mampu menahan luapan air setelah hujan deras. Saat tembok roboh, beberapa siswa tengah bermain di taman sekolah.

(isa/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT