Mahfud: Gas Air Mata-Regulasi Jadi Perhatian Presiden di Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Mahfud: Gas Air Mata-Regulasi Jadi Perhatian Presiden di Tragedi Kanjuruhan

Silvia Ng - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 15:10 WIB
Mahfud Md
Presiden Jokowi bersama Mahfud Md dan Muhadjir (Dok. Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disorot karena dinilai tidak menyinggung tembakan gas air mata saat meninjau Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Menko Polhukam Mahfud Md menepis kabar bahwa Jokowi tak memperhatikan soal penggunaan gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan.

"Ketika presiden melihat lapangan, lalu melihat 'Oh ini kuncinya, ini terlalu curam, pintunya dikunci', itu saja. Itu sebagai tambahan saja," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2022).

"Tapi substansi pandangan presiden itu sudah dipidatokan hari Minggu dan Senin, bahwa itu masalah gas air mata, masalah regulasi, kedisiplinan dan perintah mengambil tindakan itu kan perhatian presiden," sambungnya.

Mahfud mengatakan Jokowi melihat Tragedi Kanjuruhan secara menyeluruh. Permasalahan penggunaan gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan merupakan salah satu alasan pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

"Presiden justru bicara yang lebih komprehensif," ujarnya.

"Sebelum melihat bangunan itu, beliau sudah membentuk tim dan sudah bicara mengenai gas air mata, bicara tentang unprofessional kehendak dari polisi, sudah bicara tentang regulasi, tentang kultur PSSI, maka dibentuk TGIPF," jelas Mahfud.

Jokowi sebelumnya meninjau Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Rabu (5/10). Jokowi berkeliling melihat sejumlah lokasi di stadion.

Jokowi kemudian mengungkap problem stadion tersebut. Dia menyinggung soal pintu stadion yang terkunci saat Tragedi Kanjuruhan terjadi hingga berujung 131 orang tewas.

Jokowi juga menyoroti tangga di stadion yang menurutnya terlalu curam. Menurutnya, inilah yang memperparah tragedi Kanjuruhan hingga membuat banyak korban jiwa berjatuhan saat gas air mata ditembakkan polisi seusai laga Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10) malam.

"Itu nanti tim gabungan independen pencari fakta yang harus melihat secara detail, tetapi sebagai gambaran, tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam ditambah kepanikan yang heboh," jelas Jokowi saat di Stadion Kanjuruhan Malang, seperti dilansir detikJatim, Rabu (5/10).

Jokowi mengatakan hasil investigasi secara lengkap nantinya akan diungkapkan tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang diketuai Menko Polhukam Mahfud Md.

(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT