TGIPF Targetkan Investigasi Tragedi Kanjuruhan Rampung Pekan Depan

ADVERTISEMENT

TGIPF Targetkan Investigasi Tragedi Kanjuruhan Rampung Pekan Depan

Silvia Ng - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 14:06 WIB
Kenapa Banyak yang Meninggal di Stadion Kanjuruhan?
Ilustrasi (Foto: AP/Yudha Prabowo)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan tengah berpencar untuk menemui narasumber di lapangan. Mahfud juga menyebut pihaknya sedang mencari bukti-bukti fisik yang berkaitan dengan tragedi Kanjuruhan.

"TGIPF lagi berpencar ke lapangan di Jakarta, Surabaya, Malang menemui narasumber dan melihat serta mencari bukti-bukti fisik yang bisa dibawa," kata Mahfud kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat (Jakpus), Jumat (7/10/2022).

Mahfud mengatakan pihaknya bakal menghadirkan narasumber utama terkait tragedi Kanjuruhan pada Selasa mendatang. Dia menargetkan hasil investigasi dapat rampung pekan depan.

"Dan mudah-mudahan nanti hari Selasa yang akan datang, itu narasumber utama juga bisa hadir di sini dan Rabu dan Kamis, kami akan berkonsentrasi menyusun laporan sehingga diharapkan pekan depan selesai," ungkapnya.

Untuk diketahui, kerusuhan terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam. Sebanyak 131 orang dilaporkan meninggal dunia.

Tembakan gas air mata di lokasi membuat para penonton panik berhamburan. Para korban meninggal dilaporkan karena sesak napas akibat gas air mata dan terinjak injak saat hendak keluar dari stadion.

"Jadi data korban meninggal 131 orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dilansir Antara, Rabu (5/10/2022).

Dedi mengungkap awalnya ada selisih data korban tragedi Kanjuruhan antara tim Humas Polri dan Dinas Kesehatan. Data Polri hanya mencatat korban yang dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan pencocokan data, ternyata ada 12 korban meninggal tidak di fasilitas kesehatan.

"Nonfaskes penyebab selisihnya setelah semalam dilakukan pencocokan data bersama dinas kesehatan, tim DVI, dan direktur rumah sakit," kata Dedi.

Simak juga video 'TGIPF Bakal Usut Jaringan Bisnis di Tragedi Kanjuruhan':

[Gambas:Video 20detik]

(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT