TGIPF Masih Urus CCTV terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

TGIPF Masih Urus CCTV terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

Silvia Ng - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 13:48 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md
Mahfud Md (Foto: Silvia/detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tengah mengusahakan rekaman CCTV terkait tragedi Kanjuruhan. Dia menyebut proses investigasi akan sulit apabila tim tidak melihat rekaman CCTV.

"Sekarang masih diurus di Jawa Timur. Pastilah kita kalau ndak melihat itu (CCTV) kan sulit juga," kata Mahfud kepada wartawan, di kantornya, Jakarta Pusat (Jakpus), Jumat (7/10/2022).

Mahfud mengatakan pihaknya bakal mencari rekaman CCTV yang asli. Dia menyebut pihaknya tak akan bisa dikelabui dengan rekaman palsu.

"Kan biasa tuh orang membuat gambar-gambar antara gambar dan berteriak (suara) itu beda, tempatnya beda, gambarnya aja, orangnya siapa," terang dia.

"Joe Biden saja begini (tangannya di dekat telinga), lalu ada suara azan seakan-akan dia azan, itu bisa saja tuh di video-video beredar itu terjadi, kita kan ndak bodoh juga ya untuk tahu teknologi yang begitu," sambungnya.

Untuk diketahui, tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam. Sebanyak 131 orang dilaporkan meninggal dunia.

Tembakan gas air mata di lokasi membuat para penonton panik berhamburan. Para korban meninggal dilaporkan karena sesak napas akibat gas air mata dan terinjak injak saat hendak keluar dari stadion.

"Jadi data korban meninggal 131 orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dilansir Antara, Rabu (5/10/2022).

Dedi mengungkap awalnya ada selisih data korban Kanjuruhan antara tim Humas Polri dan Dinkes Kesehatan. Data Polri hanya mencatat korban yang dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan pencocokan data, ternyata ada 12 korban meninggal tidak di fasilitas kesehatan.

"Nonfaskes penyebab selisihnya setelah semalam dilakukan pencocokan data bersama dinas kesehatan, tim DVI, dan direktur rumah sakit," kata Dedi.

(knv/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT