Cerita Perusahaan Lokal Buat Perlengkapan Polisi Antihuru-hara Jelang G20

ADVERTISEMENT

Cerita Perusahaan Lokal Buat Perlengkapan Polisi Antihuru-hara Jelang G20

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 13:07 WIB
Wakil Direktur J-Forces Group, Subiyono
Wakil Direktur J-Forces Group Subiyono (Azhar/detikcom)
Badung -

Sebuah perusahaan lokal asal Jakarta, J-Forces, tengah menyibukkan diri dalam memproduksi perlengkapan polisi menjelang puncak perhelatan G20, yang bakal digelar di Bali. Salah satu produksinya adalah perlengkapan pengamanan huru-hara (PHH).

"Mungkin kita seperti ini kita membuat ke PHH, kita antisipasi untuk kebutuhan G20. Kita sudah siapkan juga untuk perlengkapan huru-haranya. Ada ransel pelepas cepat. Itu ransel langsung dipakai, kemudian dalam kondisi terdesak, dia harus lari, dengan memijit tombol, dia bisa langsung lepas," kata Wakil Direktur J-Forces Group Subiyono di acara 'Temu Bisnis Produk Dalam Negeri (PDN) Polri' tahap IV di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (7/10/2022).

Perusahaan yang didirikan pada 2010 ini berpusat di Kamal Muara, Jakarta Utara. Perusahaan ini sudah kerap memproduksi berbagai perlengkapan untuk Polri maupun TNI.

Subiyono mendukung penuh perhelatan G20 dan siap mengikuti permintaan dari instansi terkait dalam menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan. J-Forces juga sering kali menyuplai perlengkapan maupun peralatan untuk pengamanan konflik di wilayah Papua.

"Ini hajat nasional yang harus disukseskan seluruh komponen bangsa. Kita mengikuti arahan-arahan, dari Brimob, yang banyak sekali memberikan bimbingan kepada kita, tentang kebutuhan dan spesifikasi kebutuhan. Tentu untuk G20 sangat berbeda dengan kebutuhan di Papua. Kita mengikuti kebutuhan mereka, salah satunya yang PHH tadi," katanya.

J-Forces Produksi Perlengkapan Polisi Jelang G20J-Forces memproduksi perlengkapan polisi menjelang G20. (Azhar/detikcom)

Subiyono menyebut produksinya menggunakan material yang hampir seluruhnya merupakan produk dalam negeri. Walaupun beberapa materialnya harus diimpor, komposisi produksinya tentu telah terverifikasi oleh Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan minimal 40 persen.

"Tidak (semua material dalam negeri), jadi dalam event Business Matching tahap IV kita ingin berpartisipasi mengenalkan bahwa semua yang di-display-kan di sini itu adalah sudah memiliki sertifikat TKDN. Sesuai dengan ketentuan TKDN minimal 40 persen," katanya.

"Semuanya sudah TKDN. Jadi, walaupun memang ada beberapa komponen yang masih diproduksi dari luar, secara keseluruhan produk ini bisa kita nyatakan sebagai produk dalam negeri, karena sudah memenuhi TKDN," tambahnya.

Selain memproduksi perlengkapan, J-Forces memproduksi kendaraan-kendaraan pengamanan, salah satu contohnya kendaraan taktis (rantis). Kurang lebih telah terproduksi 500 unit untuk Polri maupun TNI.

"Saya pikir dari berbagai macam tipe sejak awal tuh ada sekitar 500 unit," katanya.

Diketahui, acara yang digelar pada 6-7 Oktober 2022 itu dibuka Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada hari pertama. Kemarin, Luhut mengapresiasi Polri yang sudah berhasil menggunakan barang produk dalam negeri di atas 70 persen.

Pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dilakukan oleh pemerintah pusat dan juga daerah dengan menggunakan anggaran APBN dan APBD. Pada 2022 ini, anggaran APBN naik menjadi Rp 1.714,2 triliun dan APBD dengan anggaran Rp 1.197,2 triliun, yang berasal dari uang rakyat.

Perlu diketahui Polri merupakan lembaga negara yang termasuk dalam lima besar dengan belanja pengadaan barang dan jasa (PBJ) tertinggi dengan nilai belanja sebesar Rp 56,2 triliun. Dengan ini, Polri berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam hal penggunaan produk dalam negeri, dengan target minimal 40 persen pada pengadaan barang dan jasa Polri.

Lihat juga video 'Puan Maharani: P20 Komitmen Tak Ada Negara Kesulitan Pangan 2023':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT