Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh, HNW Minta Penyaluran Bantuan Dipercepat

ADVERTISEMENT

Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh, HNW Minta Penyaluran Bantuan Dipercepat

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 09:51 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR membidangi isu sosial dan agama Hidayat Nur Wahid (HNW) menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir yang merobohkan bangunan MTsN 19 Pondok Labu Jakarta Selatan.

Dia pun meminta Kementerian Sosial (Kemensos) untuk segera menyalurkan santunan bagi para korban, serta mendesak Kementerian Agama (Kemenag) untuk melakukan revitalisasi gedung yang rusak akibat banjir tersebut.

Di sisi lain, HNW mengapresiasi gerak cepat Kemensos, BNPB dan BPBD Jakarta dalam menangani musibah ini.

"Kami turut berduka cita atas insiden banjir yang merobohkan tembok Madrasah, menewaskan tiga siswa MTsN 19 Jakarta Selatan, dan tiga yang lain terluka. Semoga evakuasi yang dilaksanakan Kemensos, BNPB dan BPBD Jakarta berjalan lancar sehingga tidak ada lagi korban tambahan. Bagi yang terdampak agar disampaikan santunan yang menjadi hak mereka, sebagai bukti kehadiran Negara dalam situasi duka ini," ujar HNW dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).

Diketahui banjir yang terjadi pada Kamis (6/10) kemarin sekitar pukul 14.30 WIB merobohkan tembok taman MTsN 19 Jakarta Selatan. Musibah tersebut menewaskan 3 siswa dan melukai 3 siswa lainnya yang sedang beraktivitas di sekitar area sekolah.

Hidayat menjelaskan berdasarkan Permensos Nomor 4 Tahun 2015, bagi korban bencana meninggal dunia diberikan santunan ahli waris sebesar Rp 15 juta. Sementara untuk korban luka-luka santunan yang diberikan sebesar Rp 5 juta per jiwa.

"Data para korban sudah banyak beredar di media massa, sehingga seharusnya tidak sulit bagi Kemensos untuk memverifikasi dan segera menyerahkan santunan tersebut baik bagi ahli waris maupun bagi korban yang selamat," tuturnya.

Anggota DPR RI daerah pemilihan Jakarta II ini juga mendesak Kementerian Agama melalui Dirjen Pendidikan Islam agar segera memperbaiki bangunan MTsN 19 Jakarta. Hal ini mengingat musim hujan yang masih akan berlangsung hingga tahun 2023.

Selain itu dia mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengalokasikan APBD dalam rangka merevitalisasi madrasah dan pendidikan keagamaan lainnya. Sebagaimana yang diamanatkan Permendagri Nomor 27 Tahun 2021. Langkah ini untuk mencegah musibah serupa kembali terjadi. Khususnya bagi sekolah yang berada di lingkungan rawan banjir.

"Jangan sampai siswa dibiarkan kembali masuk madrasah tanpa ada asesmen mengenai bangunan-bangunannya, sehingga berpotensi menimbulkan tragedi lanjutan jika bencana banjir kembali terjadi. Ditjen Pendis Kemenag bersama Pemprov DKI harus segera mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi MTsN 19 Jakarta, dan secara umum seluruh madrasah di wilayah Jakarta yang berpotensi diterjang banjir," tutur HNW.

"Semoga kesigapan Kemensos, BNPB dan Kemenag, akan terus dijaga dan ditingkatkan pada tingkat nasional, agar rakyat merasa aman, dan musibah akibat banjir dapat dimitigasi, mengingat musibah banjir terjadi di banyak provinsi, sementara musim hujan baru dimulai," pungkasnya.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT