P20, Pimpinan BKSAP Dorong Kerja Sama Parlemen Dunia Hadapi Isu Iklim

ADVERTISEMENT

P20, Pimpinan BKSAP Dorong Kerja Sama Parlemen Dunia Hadapi Isu Iklim

Nahda Utami - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 13:13 WIB
Putu Supadma Rudana (Dok. F-PD).
Foto: Putu Supadma Rudana (Dok. F-PD).
Jakarta -

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menyampaikan peran yang bisa dilakukan parlemen dunia dalam menghadapi perubahan iklim. Hal itu disampaikan Putu dalam acara 2nd Session Parliamentary Forum in The Context of The G20 Parliamentary Speaker's Summit (P20).

Putu mengatakan DPR memiliki peran untuk mengatasi perubahan iklim. DPR, kata Putu, harus memastikan bahwa aturan atau tindakan tentang perubahan iklim sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Dalam konteks ini, kita harus memastikan bahwa undang-undang atau tindakan tentang perubahan iklim bersifat inklusif dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan tiga pilar ekonomi, sosial dan lingkungan, yang sangat penting selama fase pemulihan pandemi COVID-19," kata Putu di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Menurut Putu, dalam perubahan iklim, setiap anggota parlemen harus mengintegrasikan pendekatan berbasis hak asasi manusia. Dia juga menyebut setiap anggota parlemen harus meningkatkan prinsip-prinsip hak asasi manusia berbasis kesetaraan.

Dari segi peraturan, Putu menyebut Indonesia telah mengadopsi peraturan dalam menghadapi perubahan iklim di antaranya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional serta DPR RI yang saat ini sedang dalam proses pengesahan RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET).

Lebih lanjut, Putu menilai masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim. Dia berharap forum P20 dapat memperkuat kerja sama antarnegara untuk mengatasi perubahan iklim.

"Masih banyak yang bisa dan harus kita lakukan terkait aksi untuk perubahan iklim. Saya juga sangat berharap bahwa KTT P20 besok, yang akan membahas pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, akan semakin memperkuat kerja sama kita dalam upaya mengatasi perubahan iklim yang ada. Kita harus bertindak secara kolektif, kecuali dampaknya akan lebih parah," ujar Putu.

(nhd/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT