Ditawari Jadi TNI, Aremania yang Kena Tendangan Kungfu Pilih Wirausaha

ADVERTISEMENT

Ditawari Jadi TNI, Aremania yang Kena Tendangan Kungfu Pilih Wirausaha

Tim detikJatim - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 10:54 WIB
Pangdam V Brawijaya saat temui suporter Aremania korban tendangan kungfu
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurcahyanto saat menemui suporter Aremania korban 'tendangan kungfu'. (Foto: dok. Istimewa)
Malang -

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto datang dan meminta maaf atas perbuatan anak buahnya yang menendang suporter Aremania saat Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Aksi penendangan itu sempat direkam salah satu suporter dan viral di media sosial.

Ibu korban penendangan, Isrotul, membenarkan bahwa Pangdam datang untuk meminta maaf ke rumahnya di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Selasa (4/10/2022). Waktu itu, Pangdam sempat bertanya kepada putranya, Muhammad Hazemi Rafsanjani (16), soal cita-citanya.

"Saya nggak tahu jelas, sempat ditanyain (sama Pangdam) cita-citanya apa? Kalau mau jadi tentara, silakan. Tapi anak saya enggak mau, mungkin kalau dia mau bisa juga ditawari jadi TNI AD tanpa tes. Saat itu anak saya jawab ingin jadi wirausaha," ujarnya seperti dilansir detikJatim, Rabu (5/10).

Isrotul menyampaikan bahwa anaknya, yang akrab disapa Raffi, memang suka menonton Arema FC saat bermain di Stadion Kanjuruhan. Ia menambahkan, anaknya itu biasa berangkat menonton Arema FC bersama dengan teman-temannya.

"Suka. Setiap ada main di kandang, dia nonton. Biasanya nonton sama teman mainnya dan teman sekolahnya juga," kata dia.

Selain Pangdam V/Brawijaya, Isrotul mengatakan, pelaku yang menendang anaknya sempat datang ke rumah untuk meminta maaf. Pihak keluarga pun menerima iktikad baik yang sudah dilakukan salah satu anggota TNI itu.

Baca selengkapnya di sini.

Simak Video 'Pangdam Brawijaya Datangi Rumah Rafi, Suporter yang Ditendang TNI':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT