Kisah Pilot Pesawat Kepresidenan yang Sempat Tak Direstui Ibu

ADVERTISEMENT

Kisah Pilot Pesawat Kepresidenan yang Sempat Tak Direstui Ibu

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 07:21 WIB
Pesawat Kepresidenan
Foto: Ilustrator: Luthfy Syahban
Jakarta -

Siapa sangka, pilot Pesawat Kepresidenan RI sempat tidak direstui ibundanya untuk menjadi seorang tentara. Namun kini, dia bisa membuat bangga orang tuanya.

Cerita pengalaman hidup pilot Mayor Penerbang (Pnb) Irwanda Syafriadi ini dia sampaikan lewat kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, diakses detikcom pada Kamis (6/10/2022).

Irwanda merupakan pilot Pesawat VVIP Skadron Udara 17 dari Landasan Udara Halim Perdanakusuma. Dia berasal dari Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Di lingkungannya, ibunda sering memberi makanan sukarela kepada taruna Pusat Latihan Tempur TNI AD. Ibunya sering melihat prajurit-prajurit TNI AD diperlakukan keras oleh pelatihnya. Itu membaut ibundanya khawatir apabila putranya masuk ke TNI.

"Itu saya pertama tidak mau membolehkan saya masuk tentara, karena khawatirnya nanti kamu ditendang-tendang, dijungkir-jungkir," kata Irwanda menceritakan kekhawatiran ibunya di masa lalu.

Irwanda sendiri sebenarnya bercita-cita menjadi seorang dokter, namun dia sadar dengan kemampuan ekonomi keluarganya sehingga dia memilih masuk ke Akademi TNI, memilih TNI AU, tahun 2001. Irwanda telah meyakinkan ibunya bahwa pendidikan di Akademi TNI atau Akabri, sebutan masa lalu, tidaklah seperti di Puslatpur TNI AD yang sering dilihat ibunya. Namun ternyata, di Akademi TNI dia merasakan cobaan.

"Ternyata waduh, kalau Akabri menurut saya lebih berat daripada itu karena saya punya senior. Saya tiga tahun ketemu senior atau pelatih yang kalau kita ada kesalahan dihukum senior atau pelatih," kata Irwanda.

Namun demikian, kesulitan di tempat pendidikan tidak dia ceritakan ke ibunya. Dia merasakan telah memberi kebanggan bagi keluarganya ketika dia pulang ke rumah saat cuti. Dia hanya menjelaskan bahwa kondisi di Akademi TNI enak dirasakannya, seperti kuliah saja.

"Padahal rasanya, ya Allah, pengin nyerah. Tapi saya lihat foto keluarga, oh iya ya, ayah saya sudah bangga, ibu saya mungkin tidak dikenal orang tapi karena anaknya masuk Akademi Angkatan Udara, kita semua jadi saudara di kampung. Orang tua saya merasakan bangga," kata dia.

Mayor Pnb Irwanda Syafriadi, pilot pesawat VVIP Skadron Udara 17. (Kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)Mayor Pnb Irwanda Syafriadi, pilot pesawat VVIP Skadron Udara 17. (Kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)

Suatu hari, dia sempat membawa orang tuanya naik pesawat herkules. Dia merasa bangga bisa membahagiakan orang tua. Dia bercerita sambil mengelap air mata.

"Kalau ingat ibu, saya suka gini (nangis)," kata dia.

Pelatihan ke Amerika Serikat (AS) dirasanya sebagai pengalaman paling berkesan baginya. Tahun 2013, dia berangkat ke Negeri Paman Sam untuk ikut pelatihan Pesawat Kepresidenan. Dia tidak menyangka anak kampung dari Baturaja bisa sampai di AS.

Lihat Video: Penerbangan Perdana Jokowi Pakai Pesawat Merah Putih

[Gambas:Video 20detik]




(dnu/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT