ADVERTISEMENT

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

Nahda Utami - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 22:41 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani
Puan Maharani (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani melaksanakan pertemuan bilateral dengan Chairman of the Verkhovna Rada of Ukraine, Olena Kondratiuk. Dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Ukraina itu, Puan mendorong perdamaian antara Ukraina dan Rusia.

Pertemuan bilateral itu digelar jelang pembukaan the 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022). Puan mengatakan acara P20 merupakan suatu langkah untuk membangun komunikasi antar parlemen dalam menyelesaikan perang di Ukraina.

"Undangan kami khusus untuk Parlemen Ukraina di P20, adalah langkah konkrit kami untuk membantu komunikasi antar Parlemen dalam penyelesaian perang di Ukraina," jelas Puan.

Puan mengapresiasi hubungan bilateral Indonesia-Ukraina yang sudah terjalin selama 30 tahun tetap berjalan hangat meskipun di tengah-tengah situasi kawasan yang serba tidak pasti karena perang. Indonesia merupakan salah satu mitra dagang terbesar Ukraina di Asia Tenggara.

Puan menyebut perang di Ukraina telah mempengaruhi upaya seluruh negara dalam memulihkan perekonomian pasca pandemi COVID-19. Oleh karena itu, Puan menilai proses perdamaian merupakan prioritas utama.

"Saya memahami bahwa perang di Ukraina telah mempengaruhi upaya kita semua memulihkan perekonomian pasca-pandemi COVID-19. Karenanya, proses perdamaian adalah prioritas utama Indonesia," kata Puan.

Puan kemudian menjelaskan tujuan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia pada Juni lalu. Dia menyebut kunjungan itu dilakukan untuk membawa pesan perdamaian.

"Kunjungan Presiden Indonesia ke Ukraina dan Rusia pada bulan Juni, dilakukan untuk membawa pesan perdamaian. Kunjungan tersebut juga mempromosikan safe passage untuk pangan dan pupuk dari dan ke Ukraina dan Rusia," jelasnya.

Lebih lanjut, Puan menilai langkah-langkah positif juga harus diikuti dengan kemudahan untuk mendapat akses ekspor produk makanan hingga pupuk dari Rusia. Hal itu sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian Istanbul.

"Tentunya, langkah positif ini juga harus diikuti dengan kemudahan akses ekspor produk makanan dan pupuk dari Rusia, sebagaimana disepakati dalam perjanjian Istanbul," ucap Puan.

"Indonesia berharap agar inisiatif untuk membuka alur pasok pangan (Black Sea Grain Initiative) tetap dilanjutkan, untuk kepentingan bersama seluruh pihak," imbuhnya.

Seperti diketahui, Ukraina dan Rusia menandatangani perjanjian di Istanbul pada bulan Juli lalu untuk menyalurkan jutaan ton gandum Ukraina ke pasar global dan meringankan krisis pangan yang semakin parah bagi jutaan orang di negara-negara berkembang. Ukraina sendiri menjadi pemasok gandum terbesar kedua ke Indonesia.

(nhd/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT