ADVERTISEMENT

Viral Calon Penumpang Marah di Stasiun Senen Sebab Belum Vaksin Booster

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 21:08 WIB
Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa (Foto: Karin/detikcom)
Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa (Karin/detikcom)
Jakarta -

Video seorang pria mengamuk di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, viral di media sosial (medsos). Pria itu disebut dilarang melakukan perjalanan menggunakan kereta api (KA) karena belum suntik vaksin booster COVID-19.

Dari video beredar, tampak pria tersebut sempat bersitegang dengan petugas di stasiun. Pria itu juga sempat adu mulut dengan petugas keamanan stasiun dan menolak arahan petugas.

Peristiwa itu menarik perhatian petugas dan calon penumpang lain di lokasi. Tampak seorang perempuan mencoba menenangkan calon penumpang yang marah tersebut.

Penjelasan KAI

Pihak Kereta Api Indonesia (KAI) memberi penjelasan terkait peristiwa tersebut. Kahumas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Stasiun Pasar Senen pada Selasa (4/10) kemarin.

"Calon pengguna pada video tersebut akan menggunakan KA Jayakarta tujuan Surabaya Turi, namun saat melalui proses pemeriksaan berdasarkan sistem terdata bahwa yang bersangkutan belum melakukan vaksin ketiga atau booster dan tidak dapat menunjukan berkas lain seperti surat keterangan dari rumah sakit pemerintah jika memang tidak dapat divaksin karena alasan medis," kata Eva dalam keterangannya, Rabu (5/10/2022).

KAI Daop 1 Jakarta menegaskan kelengkapan data vaksin merupakan salah satu persyaratan utama yang wajib dipenuhi oleh calon penumpang. Dia mengatakan petugas akan melakukan pemeriksaan tiket sebelum calon pengguna naik KA.

"Saat ini sistem pemeriksaan tiket sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, sehingga calon pengguna yang terdata belum melakukan vaksin sesuai ketentuan tidak akan diizinkan untuk melakukan perjalanan KA dan akan diarahkan untuk melakukan proses pembatalan tiket," ucapnya.

Dia mengatakan ketentuan persyaratan vaksin itu sudah diterapkan sejak 30 Agustus 2022 sesuai surat edaran SE Satgas COVID-19 Nomor 24 Tahun 2022 dan Kementerian Perhubungan Nomor 84 Tahun 2022.

Dalam aturan tersebut, setiap calon pengguna dengan usia 18 tahun ke atas wajib sudah melakukan vaksin dosis ketiga (booster). Sedangkan calon penumpang usia 6-17 tahun wajib sudah melakukan vaksin dosis kedua.

"Jika terdapat alasan medis tidak dapat melakukan vaksin maka wajib menyertakan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah," katanya.

Daop 1 Jakarta meminta seluruh calon pengguna membaca dan memperhatikan kembali aturan yang berlaku pada saat membeli tiket. Dia mengingatkan agar setiap penumpang memenuhi seluruh persyaratan itu sebelum melakukan perjalanan pada jadwal yang telah dipilih.

Seluruh calon pengguna juga diminta untuk dapat memahami bahwa terdapat persyaratan yang harus dipenuhi saat akan menggunakan jasa kereta api. Dia mengatakan kebijakan itu ditetapkan pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 sehingga perjalanan KA yang aman, nyaman, dan sehat dapat diwujudkan.

"KAI Daop 1 Jakarta akan menindak tegas bagi oknum yang melakukan tindakan anarkis di stasiun ataupun tindakan kekerasan pada petugas. Seluruh calon pengguna diminta untuk menghargai petugas yang sedang menjalankan kewajiban dan tugasnya baik di stasiun dan di atas KA," tegasnya.

Lihat juga video 'Komisi IX DPR Pertanyakan HAM Terkait Syarat Booster untuk Perjalanan':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT