Pemerintah Diminta Buat Kebijakan Ekonomi Efektif untuk Hindari Krisis

ADVERTISEMENT

Pemerintah Diminta Buat Kebijakan Ekonomi Efektif untuk Hindari Krisis

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 19:24 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan pemerintah untuk membuat kebijakan pemulihan ekonomi yang efektif. Sebab, saat ini seluruh negara tengah dihadapkan pada dampak perekonomian global.

Hal itu disampaikan Lestari dalam sambutan tertulisnya pada diskusi daring bertema 'Peluang Indonesia dalam Ketidakpastian Ekonomi Global' yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (5/10/2022).

"Kendati ekonomi Indonesia tahun 2022 diprediksi berbagai lembaga internasional tumbuh pada level antara 5,1% hingga 5,4%, aktivitas ekonomi dalam negeri perlu diperkuat dengan mengoptimalkan setiap potensi ekonomi yang kita miliki," kata Lestari.

Lestari menilai kinerja ekonomi Indonesia saat ini relatif tumbuh kuat dengan kinerja sektor eksternal Indonesia yang sangat positif, didukung neraca perdagangan yang melanjutkan tren surplus ekspor dan impor pada Agustus 2022. Namun, ia mengingatkan penanganan dampak krisis global ini tidak hanya bisa mengandalkan kekuatan dalam negeri.

Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi antar negara baik dalam satu kawasan maupun antar kawasan. Selain itu, ia menyatakan penanganan krisis membutuhkan upaya berkelanjutan agar sejumlah krisis lebih cepat terurai.

CEO Strategic ASEAN International Advocacy & Consultancy (SAIAC) Shanti Shamdasani yang menjadi pembicara dalam diskusi mengungkapkan saat ini dunia dilanda krisis yang tidak bisa dihindari.

Selain perang Rusia dan Ukraina serta pandemi, menurut Shanti, faktor lain yang mesti diwaspadai akan mempengaruhi krisis sebagai dampak ekonomi global adalah digitalisasi pada sektor keuangan yang membuat uang sulit sekali dipagari.

Bukan hanya gejolak perang di Rusia dan Ukraina, Shanti menyebut goncangan pada ekonomi Taiwan juga berpotensi menambah beban krisis terhadap ekonomi global yang berdampak pada ekonomi negara-negara di Asia.

Tenaga Ahli Menteri Keuangan RI Kiki Verico menambahkan saat ini terjadi goncangan pada rantai pasokan dunia karena merosotnya industri elektronik dan otomotif dunia sebagai dampak pandemi dan perang Rusia dengan Ukraina. Ketika produksi elektronik dan otomotif jatuh karena pandemi dan perang, lanjut Kiki, maka terjadi goncangan pada rantai pasokan global.

Kiki berpendapat penurunan kinerja perekonomian dunia akibat pandemi dan perang saat ini, separah dampak pandemi dan perang yang terjadi pada masa Perang Dunia II. Sebab, saat ini ada sejumlah lembaga keuangan dunia yang mampu menyerap goncangan dampak krisis global yang terjadi.

Kiki menyatakan dampak krisis global terhadap Indonesia tidak sebesar sejumlah negara. Sebab, Indonesia cukup dominan pada industri makanan, minuman dan tembakau. Sementara itu, pada krisis global saat ini industri yang terpukul adalah manufaktur, elektronik, dan otomotif.

Menteri Keuangan RI Periode 2013 - 2014 Muhammad Chatib Basri menimpali sejumlah tekanan geopolitik seperti dampak konflik Rusia-Ukraina, melambatnya ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok serta negara-negara Eropa akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

Namun, Chatib menggarisbawahi melemahnya perekonomian Indonesia tidak separah Singapura. Karena, tambahnya, proporsi ekspor Indonesia hanya 25% dari GDP. Ia meyakini meski perekonomian Indonesia akan melambat, namun belum sampai resesi.

"Untuk menghadapi kondisi perekonomian yang serba salah saat ini, tidak ada ruang untuk membuat kesalahan," tegasnya.

Adapun menurut Financial Expert CNBC Indonesia Olivia Louise di tengah guncangan ekonomi global banyak mata uang utama dunia terdepresiasi, namun mata uang Indonesia justru menguat. Dengan kondisi tersebut, Olivia optimistis Indonesia tetap bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan baik.

"Mudah-mudahan kondisi seperti ini bisa berlanjut," cetus Olivia.

Lihat juga video 'Jokowi: Kita Harus Tunjukan Kepemimpinan di G20 Agar Krisis Tak Berlanjut':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT