Dipolisikan, Mamat Alkatiri Ajak Hillary Lasut Diskusi

ADVERTISEMENT

Dipolisikan, Mamat Alkatiri Ajak Hillary Lasut Diskusi

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 19:18 WIB
Hillary Lasut
Hillary Brigitta Lasut (Foto: Instagram @hillarylasut)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi NasDem, Hillary Brigitta Lasut, menunggu permintaan maaf komika Mamat Alkatiri atas konten roasting yang dianggap kasar. Pihak Mamat Alkatiri mengajak Hillary untuk diskusi.

Haris Azhar selaku kuasa hukum Mamat Alkatiri menyampaikan kliennya sangat terbuka untuk berdiskusi dengan Hillary Lasut. Mamat Alkatiri mengajak Hillary Lasut bertemu.

"Ketemu aja dulu dengan Brigitta, diskusi. Saya yakin anak muda cerdas-cerdas pasti bisa cairkan suasana," kata Haris saat dihubungi, Rabu (5/10/2022).

Haris mengaku sejauh ini belum ada komunikasi yang dijalin dengan pihak Hillary Lasut. Namun, ia meyakini Mamat Alkatiri terbuka untuk bertemu dengan Hillary.

"Belum ada komunikasi. Tapi Mamat sebagai tukang kopi sangat terbuka," ucap Haris.

Pernyataan Hillary

Hillary Brigitta Lasut melaporkan komika Mamat Alkatiri ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dilayangkan terkait dugaan pencemaran nama baik.

"Pencemaran nama baik Pasal 310 KUHP," demikian dikutip dari foto surat tanda terima laporan kepolisian yang diunggah Brigitta di akun Instagramnya, @hillarybrigitta, Selasa (4/10).

Laporan tersebut dibuat pada 3 Oktober 2022 di Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut tertulis Brigitta sebagai korban.

Hillary bicara soal laporan polisi yang dibuatnya. Dia menyebut Mamat Alkatiri menggunakan koneksinya terkait kasus yang dilaporkannya.

"Ya (minta maaf) dan berhenti menggunakan koneksinya untuk menekan saya di mana-mana dengan orang-orang besar supaya berhenti dan cabut laporan tanpa minta maaf," tutur Brigitta Lasut saat dihubungi, Selasa (4/10).

Dia merasa, pernyataan dari Mamat telah menyinggung martabat dirinya. Untuk itu, dia melaporkan kepada polisi sebagai bentuk memperjuangkan martabat diri.

"'Kalau saya melapor saya jadi antikritik.' Emang saya tidak boleh punya martabat, sudah tidak boleh punya harga diri. Orang tua saya saja tidak begitu. Entah dia laki-laki dari mana, bentak-bentak saya depan orang. Maki-maki saya depan orang. Saya ini adalah aktivis anti-bullying dan perundungan dari Sulawesi Utara sudah bertahun-tahun, jadi jangan pikir saya takut melawan," katanya.

(mea/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT