5 Remaja Diduga Geng Motor Ditangkap Usai Serang Warga Bogor Pakai Sajam

ADVERTISEMENT

5 Remaja Diduga Geng Motor Ditangkap Usai Serang Warga Bogor Pakai Sajam

M Sholihin - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 16:13 WIB
Polisi tangkap 5 ABG diduga anggota geng motor di Bogor.
Polisi tangkap 5 ABG diduga anggota geng motor di Bogor. (Sholihin/detikcom)
Bogor -

Lima remaja di Bogor ditangkap polisi karena diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap seorang warga. Lima pelaku diduga anggota geng motor.

"Jajaran Polres Bogor telah mengamankan 5 orang laki-laki yang diduga berandalan bermotor atau geng motor yang videonya sempat viral beberapa waktu lalu. Adapun korbannya adalah GF (17), mengalami luka akibat senjata tajam," kata Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana Putra kepada wartawan di Polres Bogor, Rabu (5/10/2022).

"Lima orang tersebut masih pelajar, jadi masih di bawah umur, masih 17-18 tahun," tambahnya.

Wisnu menyebutkan lima pelaku yang diamankan sempat viral mengacungkan senjata tajam di kawasan Ciseeng sambil berkendara motor. Aksi kelompok pemotor itu terjadi pada 26 September lalu.

"Adapun pelaku diamankan setelah Polsek Parung melakukan pengembangan terhadap viralnya video ini di media sosial. Dalam video itu, terlihat dan nampak segerombolan anak muda mengendarai sepeda motor sambil mengacungkan senjata tajam berupa celurit dan golok," ungkap Wisnu.

Wisnu mengatakan motivasi pelaku melakukan penyerangan adalah mencari identitas.

"Adapun motivasinya mereka mungkin itu dari keterangan dari para tersangka ada yang sekadar mencari identitas atau menerima tantangan dari pihak-pihak lainnya. Ini adalah suatu hal yang sangat tidak terpuji karena dengan perbuatan mereka ini merugikan orang lain dan tentu saja membawa dampak negatif terhadap masyarakat pada umumnya," kata Wisnu.

"Jadi tantangannya seperti menjatuhkan orang, melukai orang lain, merusak fasilitas umum, nah ini tantangan-tantangannya ini," tambahnya.

Wisnu menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan atau keberadaan geng motor, terutama yang melakukan kekerasan di jalanan dan merusak fasilitas umum.

"Oleh karena itu, berdasarkan perintah dari Bapak Kapolda Jawa Barat bahwa kami khususnya dari Polres Bogor tidak mentolelir keberadaan berandalan bermotor yang merugikan atau mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat," kata Wisnu.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT