Waket MPR Puji Kemensos 'Sulap' Air Keruh Jadi Layak Minum di Serang

ADVERTISEMENT

Waket MPR Puji Kemensos 'Sulap' Air Keruh Jadi Layak Minum di Serang

Danzel Samuel - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 12:43 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto mengapresiasi Program Pemberdayaan Masyarakat Tentang Air Bersih (PPMTAB) Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Salah satu kegiatannya adalah memberikan bantuan seperangkat peralatan penjernih air di beberapa daerah, sehingga masyarakat bisa mengolah air asin atau air kotor menjadi air bersih bahkan layak dikonsumsi.

"Saya sangat mendukung program itu karena air sangat penting untuk kehidupan. Di samping itu, memang masih ada daerah-daerah di Indonesia yang kekurangan sumber air bersih atau kesulitan air tawar karena berada di pinggir pantai, sehingga air laut selalu merembes ke daratan," kata Yandri dalam keterangannya, Rabu (5/10/2022).

Hal tersebut disampaikan Pimpinan MPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, usai menghadiri acara Peresmian Bantuan Air Kotor Menjadi Air Minum PPMTAB Kemensos RI, di Kampung Cikedung, Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten, Selasa (4/10).

Terkait program yang sedang gencar dilaksanakan Kemensos tersebut, Yandri menilai itu merupakan sebuah terobosan yang luar biasa untuk memaksimalkan pelayanan kepada rakyat Indonesia.

"Saya rasa ini bisa menjadi satu bentuk pola pelayanan pemerintah kepada rakyat Indonesia, yakni pemerintah yang sangat peka kepada penderitaan atau kesulitan rakyatnya," tambah Yandri.

Ia berharap bantuan yang diberikan pemerintah itu digunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan rakyat.

"Perangkat desa dan masyarakat mesti bersama-sama bahu membahu menjaga dan merawatnya sehingga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," tandas anggota Komisi VIII DPR F-PAN Dapil Banten II ini, yang juga menjadi aspirator memperjuangkan Desa Margaluyu mendapatkan program bantuan penjernihan air dari Kemensos.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Tri Trirismaharini mengungkapkan program ini muncul karena memang masih banyak daerah yang sangat kekurangan air bersih untuk memenuhi kehidupan dasar rakyat sehari-hari, seperti di Asmat Papua.

"Di sana, rakyat sangat susah payah mendapatkan air bersih. Kami upayakan dengan sekuat tenaga walau kondisi alamnya sangat berat, sumber air jauh, listrik belum ada sehingga kami membangun solar Cell, tapi semua kami lakukan untuk rakyat. Di Provinsi Banten sendiri ada empat desa yang kami bantu salah satunya Margaluyu ini. Daerah-daerah lain juga sudah kami data dan akan kami bantu," terang Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini

Di sesi akhir, Yandri Susanto bersama Risma didampingi perangkat dan tokoh masyarakat Desa Margaluyu, melakukan peninjauan ke lokasi Instalasi Pengolahan Air Terpadu, berbentuk bangunan permanen persis berada di sebelah musala desa. Di bangunan inilah proses pengolahan air tidak layak menjadi air bersih dan bisa di minum. Usai meninjau, keduanya sempat meminum air hasil olahan.

Hadir pula dalam acara tersebut Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Edi Suharto, Wali Kota Serang Syafrudin, Lurah Desa Margaluyu, Camat Kasemen, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat setempat.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT