Andre Rosiade Bantu Urai Kemacetan di Pasar Padang Lua

ADVERTISEMENT

Andre Rosiade Bantu Urai Kemacetan di Pasar Padang Lua

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 10:08 WIB
Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade
Jakarta -

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade berupaya membantu mengurai kemacetan parah di Pasar Padang Luar, Kabupaten Agam. Kemacetan yang terjadi sejak 1991 ini belum berhasil diatasi meski telah dilakukan sejumlah langkah oleh Pemprov Sumbar maupun Pemkab Agam.

Untuk diketahui, Pasar Padang Lua merupakan pasar sayur terbesar di Sumbar, bahkan di Sumatera. Tidak hanya Sumbar, pasar ini juga merupakan tempat pedagang sayur dari Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi menggantungkan kebutuhan mereka. Bahkan, sayur untuk Singapura juga dipasok dari sini.

Andre Rosiade menilai kemacetan Pasar Padang Lua sangat merugikan ekonomi. Tidak hanya Agam, tapi Sumbar secara umum. Apalagi wilayah ini merupakan akses utama ke Bukittinggi, Payakumbuh, dan lainnya.

Ia mengungkap awalnya ada pembicaraan soal flyover, jalan bypass, dan lainnya. Namun belakangan, didapatkan solusi bersama yaitu memindahkan parkiran dan mengubah tata kelola pasar.

"Kita juga sadari, kalau lahan dibebaskan akan berkurang pemasukan PT KAI. Jadi diganti dengan sistem kontrak. Kontrak antara Pemkab Agam dengan PT KAI. Harapan kami, semoga solusi ini bisa segera dipastikan. Karena manfaatnya bukan untuk Padang Luar saja, tapi Sumbar umumnya. Insya Allah tiga bulan bisa selesai. Ini prestasi Kadivre yang bisa membantu mengurai kemacetan," kata Anggota Komisi VI DPR RI ini dalam keterangan tertulis, Rabu (5/10/2022).

Adapun upaya ini dibahas dalam pertemuannya bersama Pemkab Agam, pengelola pasar, pihak Nagari Padang Lua, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kantor Wali Nagari Padang Lua pada Selasa (4/10). Dalam pembahasan 'Revitalisasi Pasar Nagari Padang Lua', pihaknya mendapatkan solusi untuk memindahkan parkir yang setiap hari tumpah di jalan raya ke lokasi yang lebih baik.

Andre berharap, semua pihak bisa duduk bersama dan melakukan rapat koordinasi untuk menyegerakan eksekusi masalah ini. Sebab menurutnya hal ini merupakan solusi bersama untuk memastikan kemacetan tak ada lagi.

"Malam ini kami tinjau langsung dan melihat betapa besar dan baiknya potensi pasar ini. Semoga ini bisa menjadi solusi untuk Pasar Padang Lua, karena ini adalah tugas kami sebagai anggota DPR RI," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Nagari Padang Lua Edison menyebutkan kemacetan di Padang Lua sudah terjadi menahun dan harus segera diatasi. Dia berharap dengan tangan dingin Andre Rosiade dan Bupati Agam Andriwarman (AWR), pembenahan Pasar Padang Lua bisa terwujud.

"Sumber kemacetan pasar ini ada di titik arah Padang menuju Bukittinggi, tepatnya di los Pakan Ateh dan eks perumahan PT KAI. Macet terjadi karena aktivitas pasar yang besar dan penyempitan lahan. Kami mohon lahan dibebaskan dari musala ke kantor BRI untuk jadi lahan parkir," kata Edison.

Edison menambahkan jalan keluar yang diharapkan berikutnya dari arah Kubang Putiah dan KUD harus bisa dibebaskan untuk selanjutnya dijadikan jalan angkutan oplet dan parkir. Ia mengatakan jika pembangunan tol Padang-Pekanbaru melalui Agam dan dekat dari Padang Lua jadi dilakukan, bisa diarahkan ke exit tol Sungai Puar dan tidak menyinggung lahan utama.

"Semua yang ingin dibebaskan ini adalah lahan PT KAI. Kami berharap pembebasan lahan ini terjadi karena sangat penting. Karena pasar ini adalah tulang punggung sayur mayur untuk empat provinsi dan satu negara. Sumbar, Jambi, Kepri, Riau dan Singapura. Kami berterima kasih pak Andre Rosiade bisa membantu pembebasan lahan," ujarnya.

Kepala PT KAI Divre II Sumbar M Arie Fathurrochman mengaku sepakat untuk membantu mengurai kemacetan Pasar Padang Lua. Pihaknya berharap hanya berurusan dengan satu pintu, yaitu Pemkab Agam.

"Kami ingin melibatkan Pemkab Agam, karena juga bersinggungan dengan Pemda. Ada 90 kontrakan rumah di lokasi yang akan terganggu. Kalau ini didukung Pemkab, kami akan senang hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," harap Arie.

Ia mengatakan PT KAI ingin kerja sama atau MoU (Memorandum of Understanding) antara PT KAI dan Pemkab Agam.

"Prinsipnya kami setuju. Silakan lahan sekitar 7.000 M2 ini nanti dikelola nagari, PD Pasar Pemkab Agam atau yang lainnya. Yang penting tidak ada konflik dan bisa dimediasi dan masyarakat yang berkontrak dengan PT KAI bisa diselesaikan," jelasnya.

Kepala Dinas Perindagkop Agam Dedi Asmar mewakili Bupati Andriwarman menyebutkan, langkah yang diambil adalah solusi yang baik untuk menghilangkan kemacetan.

"Ini luar biasa. Kami lihat pak Andre adalah solusi. Saat BBM hilang, pak Andre datang semua beres. Kami juga melihat masalah macet ini juga bisa selesai. Terima kasih pak Andre sudah membantu pasar sayur yang perputaran omzetnya Rp 7 miliar sehari. Ini adalah ikhtiar kita bersama," tutur Dedi.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Agam Zulhefi Sikumbang menilai langkah yang diprakarsai Andre Rosiade, Bupati Agam, dan PT KAI ini sangat bernas dan bisa menjadi solusi.

"Terima kasih pak Andre Rosiade yang langsung datang ke Pasar Padang Lua untuk memastikan lokasi. Semoga titik macet bisa diurai atau dihilangkan di sini," pungkasnya.

Sebagai informasi, pertemuan ini turut dihadiri oleh Kadis Perhubungan Agam Handria Asmi, Kasat Pol PP Agam Dandi Pribadi, Camat Banuhampu Susi Kamila, serta dua anggota DPRD Agam Zulhendrif Bandaro Labiah dan Zulhefi Sikumbang.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT