Situs PN Jakpus Diretas, Hacker Bawa-bawa Bjorka hingga Kasus Sambo

ADVERTISEMENT

Situs PN Jakpus Diretas, Hacker Bawa-bawa Bjorka hingga Kasus Sambo

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 09:10 WIB
Situs PN Jakpus diretas (Tangkapan layar)
Situs PN Jakpus diretas (Tangkapan layar)
Jakarta -

Situs Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) di-hack oleh orang tak dikenal. Akibatnya, situs PN Jakarta Pusat menjadi tidak bisa dibuka.

Pantauan detikcom, Rabu (5/10/2022) sejak pukul 08.19 WIB, situs PN Jakarta Pusat tidak bisa dibuka. Situs PN Jakarta Pusat kemudian hanya muncul layar hitam bertuliskan 'Hacked by black_X12 ft. Yanagami_X12' dengan tulisan berwarna merah.

Tak hanya itu, muncul pula tulisan panjang yang membawa kasus Ferdy Sambo hingga kenaikan harga BBM yang turut membawa nama Ketua DPR RI Puan Maharani. Berikut tulisannya.

"Bjorka tidak ada bedanya dengan bocah kecil yang sedang mencari sensasi. Jika hanya mengambil data subdomain government kami pun bisa, tapi kami tidak menjual negara. Ternyata memang benar, sila kelima adalah keadilan bagi para penguasa. Dari semua kasus yang ada di Indonesia seperti kasus Ferdy Sambo, KM 50, 23 koruptor yang bebas secara gampang dan ditambah lagi dengan kenaikan BBM yang merugikan rakyat kecil. Dulu Ibu Puan Maharani menangis karena kenaikan harga BBM, sekarang dia bahagia di dalam ruangan tanpa melihat mahasiswa yang kepanasan di luar untuk menyerukan aksi demo #TOLAK_HARGA_BBM memang tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari pemerintah dan aparat negara," berikut tulisan di layar tersebut.

Pada pukul 09.07 WIB, tampilan situs tidak lagi menampilkan pesan hacker tersebut. Situs PN Jakarta Pusat hanya menampilkan pesan '404 Page Not Found'.

detikcom telah menghubungi pejabat Humas PN Jakarta Pusat Dariyanto terkait hal ini. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons.

Simak Video: Muncul Lagi, Hacker Bjorka Sebarkan Data Pribadi Kepala BSSN

[Gambas:Video 20detik]




(whn/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT