Anies Resmikan Rusun Polri Anggaran Rp 200 M: Hibah Hasil Pajak Rakyat

ADVERTISEMENT

Anies Resmikan Rusun Polri Anggaran Rp 200 M: Hibah Hasil Pajak Rakyat

Paradisa Nunni Megasari - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 23:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo meresmikan Rumah Rusun Hibah Polri di Menteng, Jakarta Pusat. (Paradisa Nunni/detikcom)
Foto: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo meresmikan Rumah Rusun Hibah Polri di Menteng, Jakarta Pusat. (Paradisa Nunni/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo meresmikan Rumah Rusun Hibah Polri di Menteng, Jakarta Pusat. Anies mengatakan pembangunan rusun tersebut sebagai wujud kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan Polda Metro Jaya.

"Asrama Polri Menteng ini meskipun secara administrasi dianggap sebagai hibah, namun sebenarnya adalah hasil pajak rakyat, dan ini adalah amanat dari rakyat agar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat," kata Anies di lokasi, Selasa (4/10/2022).

"Kapolres dan wali kota bisa gonta-ganti, kapolda dan gubernur begitu juga. Tapi dua institusi ini harus terus-menerus saling topang, saling mendukung di kemudian hari," tambahnya.

Rusun tersebut merupakan program hibah dari Pemprov DKI melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta. Rusun diperuntukkan anggota Polri/ASN Polri, khususnya di wilayah DKI Jakarta yang belum memiliki rumah melalui berbagai program perumahan dan permukiman.

Anies menjelaskan rusun ini dibangun menggunakan APBD DKI Jakarta sebesar Rp 200 miliar. Anggaran itu, kata dia, diberikan setiap tahun sejak 2020 hingga 2022.

"Kalau nilai pembangunannya Rp 200 miliar menghasilkan 400 unit. Anggaran dari 2020, 2021, dan 2022," kata Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Sarjoko menerangkan, Rumah Susun Polri di Menteng ini diperuntukkan bagi warga eks Asrama Polisi Menteng dan anggota aktif Polda Metro. Adapun pembangunan rumah susun ini merupakan hibah Pemprov DKI Jakarta kepada Polda Metro Jaya.

"Sehingga perencanaan yang dihasilkan telah sesuai dengan Ketentuan Tata Ruang Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memenuhi kaidah teknis keandalan bangunan, berwawasan lingkungan, dan sudah memenuhi kebutuhan anggota kepolisian yang akan menghuninya," terang Sarjoko.

Rusun ini dibangun di lahan seluas 13.870 meter persegi yang tercatat sebagai aset milik Polres Metro Jakarta Pusat.

Adapun jumlah bangunan rusun terdiri dari 2 tower dengan ketinggian 17 lantai dan 400 unit hunian. Rinciannya sebanyak 360 hunian seluas 36 m2, 20 hunian seluas 54 m2, dan 20 hunian seluas 72 m2.

Rusun ini berlokasi cukup strategis di pusat kota, dekat dengan sarana transportasi umum antara lain Stasiun Cikini dan Stasiun Gondangdia.

(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT