Pria di Bogor Siram Air Keras ke Mantan Istri gegara Tak Terima Dicerai

ADVERTISEMENT

Pria di Bogor Siram Air Keras ke Mantan Istri gegara Tak Terima Dicerai

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 23:18 WIB
Poster
Ilustrasi kekerasan (Edi Wahyono/detikcom)
Bogor -

Perempuan berinisial A (49) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, disiram air keras hingga dipukuli mantan suaminya, IFA. Korban menduga mantan suaminya tak terima dicerai hingga cemburu.

"Iya, dia itu nggak terima diceraikan sama saya. Dia pingin balik lagi ya gitu sama saya. Terus cemburunya luar biasa sama teman saya, padahal itu bos saya," kata A saat dihubungi detikcom, Selasa (4/10/2022).

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Jumat (30/9) sekitar pukul 17.00 WIB sore. Sebelum kejadian itu, diketahui pelaku pernah juga menganiaya A dengan memukulnya.

"Sebenarnya memang tipikal orangnya keras. Saya orangnya no comment sama yang dia lakuin. Dia sering minum gitu, jadi nanti kalau pulang minum marah-marah, yang jadi sasarannya itu saya terus gitu di rumah. Pernah lagi minum juga saya dipukul itu waktu itu," ungkapnya.

A mengaku bahwa kejadian penganiayaan pada Jumat (30/9) tersebut paling parah. Korban hingga mengalami trauma, bahkan untuk sekadar ke kamar mandi.

"Samalah traumanya saya juga di situ. Yang parahnya sih ini, kalau cuma dipukul aja sih nggak apa-apa lah. Karena saya memang pernah dipukul gitu. Cuma ini sampai disiram gini kan fatal buat saya. Kalau dimaafin sih dimaafin, cuma kan psikis saya jadi parno, saya takut. Mau ke kamar mandi aja takut gitu," paparnya.

Hingga akhirnya A yang menggugat cerai pelaku. Kemudian pelaku memanggil A dan tidak terima dirinya digugat cerai.

"Dari saya mau menggugat itu kan saya mikir, ini orang kalau saya nggak kasih pelajaran, jadi beban hidup saya," tuturnya.

A sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bogor. Polisi sudah menerima laporan tersebut, dan kini kasus sedang diselidiki.

"LP baru diterima dan masih proses penyelidikan," ucap Kasi Humas Polres Bogor, Iptu Desi Triana saat dimintai konfirmasi.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT