Kali Meluap ke Hek Kramat Jati, Warga Mengaku Lihat Banyak Pemotor Jatuh

ADVERTISEMENT

Kali Meluap ke Hek Kramat Jati, Warga Mengaku Lihat Banyak Pemotor Jatuh

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 18:41 WIB
Kawasan pertigaan Hek Kramat Jati tergenang, 4 Oktober 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Kawasan pertigaan Hek Kramat Jati tergenang, 4 Oktober 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Kawasan Pertigaan Hek Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim), kembali tergenang akibat limpasan air dari Kali Baru karena diguyur hujan deras, sore ini. Salah seorang warga, Dami K Papang (51), mengatakan kondisi itu membuat para pemotor terjatuh.

"Banjirnya meluap mulai jam 15.00 WIB deh. Ini sudah surut ya. Awalnya kalau hujan lebat biasanya arusnya langsung deras, arus deras dampaknya terjadi seperti ini kemacetan yang pertama. Yang kedua, banyak kendaraan yang jatuh khususnya roda dua ya banyak yang jatuh," kata Dami saat ditemui di kawasan Pertigaan Hek Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2022).

Dia mengatakan pengemudi motor terjatuh akibat derasnya arus limpasan air dari kali yang menggenangi jalan. Menurutnya, pemotor yang terjatuh juga kebingungan saat melintasi jalanan yang banjir tersebut.

"Kendaraan dari mana saja ya yang dari sini ke Rambutan (Jaktim) atau dia dari Rambutan ke Taman Mini, Taman Mini mau ke PGC, tetap aja pasti jatuh karena pertama derasnya arus. Yang kedua, mereka mungkin ini ya nggak fokus, mungkin dia membawa kendaraan melihat banjir dia bingung," tutur Dami.

Dia mengaku melihat 10 pemotor terjatuh di kawasan Pertigaan Hek Kramat Jati akibat banjir sore ini. Warga di lokasi kemudian menolong pemotor yang terjatuh tersebut.

"Mungkin ada 10 (motor)-an ada, kalau luka nggak ya," ucapnya.

Kawasan pertigaan Hek Kramat Jati tergenang, 4 Oktober 2022. (Mulia Budi/detikcom)Kawasan pertigaan Hek Kramat Jati tergenang, 4 Oktober 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Jika wilayah Bogor diguyur hujan deras, maka banjir akan menggenangi kawasan Pertigaan Hek Kramat Jati. Tumpahan air dari Kali Baru itu merupakan kali ke-4 banjir di Pertigaan Hek Kramat Jati sejak September lalu.

"Bulan September udah ada, bulan September itu udah dua atau tiga kali kok. Kalau bulan Oktober baru sekarang ini," lanjutnya.

Dia berharap pembangunan tanggul permanen di Pertigaan Hek Kramat Jati dapat segera dilakukan. Dia juga berharap petugas Kepolisian siap siaga berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas saat banjir terjadi.

"Harapan pertama mungkin setiap kali ada hujan atau dilihat aja kan cuacanya kalau di Bogor mendung lantas ada hujan di Bogor, saya pikir yang paling bagus petugas ada di sini, petugas dari Kepolisian ada untuk menjaga kelancaran lalu lintas," tutur Dami.

"Biar segera cepet membangun tanggul permanen," tambahnya.

Warga lainnya bernama Djeki (54) mengutas harapan yang sama. Dia berharap tanggul permanen agar banjir tidak lagi melanda kawasan Pertigaan Hek Kramat Jati dapat segera dibangun.

"Ya kalau permanen sih mungkin akan ditinggiin lagi itu, harapan saya sih lebih bagus kalau ditinggiin udah nggak mungkin tumpah ke jalan," kata Djeki.

Dia menyebut limpasan air dari Kali Baru ke jalanan itu akan menuju Kali Cipinang. Menurutnya, jika air itu tak meluap ke jalan, air akan membanjiri permukiman warga di samping tanggul yang tanahnya jauh lebih rendah.

Lihat video Sejumlah Motor Mogok Usai Terobos Banjir di Jalan Kapten Tendean Jaksel':

[Gambas:Video 20detik]




(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT