Hak Jawab Luhut Terkait Berita Pebisnis Kendaraan Listrik

ADVERTISEMENT

Hak Jawab Luhut Terkait Berita Pebisnis Kendaraan Listrik

Rani Rahayu - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 13:44 WIB
LUHUT BINSAR PANDJAITAN
Foto: Ardian Fanani/detikcom
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi, memberikan hak jawab kepada detikcom atas pemberitaan liputan khusus di kanal detikX.

Penyampaian hak jawab itu terkait dengan berita berjudul 'Pemain Bisnis Mobil Listrik di Lingkaran Jokowi' edisi Senin, 3 Oktober 2022.

Berikut ini hak jawab yang diterima redaksi detikcom pada Selasa (4/10/2022), sekaligus penjelasan redaksi:

Sehubungan dengan pemberitaan di portal berita https://news.detik.com pada tanggal 3 Oktober 2022 dengan judul artikel: "Pemain Bisnis Mobil Listrik di Lingkaran Jokowi" terlampir ("Artikel Detik"), kami merasa perlu untuk menggunakan hak jawab kami sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) agar informasi yang diterima oleh masyarakat menjadi lebih akurat dan berimbang.


Artikel Detik telah memuat isi pemberitaan sebagai berikut:

a. "Luhut memang tidak seperti Moeldoko, yang secara terang-terangan ikut berjualan kendaraan listrik di E-Katalog. Namun, waktu itu, dia melalui PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) rupanya telah berencana membangun sebuah perusahaan kendaraan listrik. Luhut diketahui masih memiliki sekitar 10 persen saham di perusahaan ini melalui PT Toba Sejahtera."

b. "Afiliasi Luhut dan Moeldoko dalam dua perusahaan kendaraan listrik inilah yang akhirnya mengindikasikan adanya kepentingan terselubung di balik mundurnya Roni."

c. "Nama-nama seperti Luhut, Moeldoko, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim disebut bakal menenggak keuntungan dari kebijakan ini."


Atas Artikel Detik tersebut, kami ingin memberikan klarifikasi sebagai berikut:

1. Bapak Luhut Pandjaitan melalui PT Toba Sejahtra (TS) merupakan pemegang saham minoritas yang kepemilikan sahamnya dalam PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) berjumlah 9,999%.

2. TS merupakan pemegang saham pasif dalam TBS dan tidak memiliki perwakilan di dalam kepengurusan TBS, baik komisaris maupun manajemen, sehingga TS tidak terlibat dalam pengambilan keputusan, kebijakan, atau operasional oleh manajemen TBS.


Demikianlah klarifikasi ini kami sampaikan untuk dapat menjadi perhatian redaksi Detikcom dalam melakukan pemberitaan ke depannya. Klarifikasi ini kami sampaikan sebagai bentuk hak jawab kami, di mana berdasarkan Pasal 5 ayat 2 UU Pers, pers berkewajiban untuk melayani hak jawab.


Penjelasan redaksi:

Terkait jumlah kepemilikan saham PT TS yang tertulis dalam berita, yaitu 10%, angka tersebut didasarkan pada laporan keuangan triwulan II PT TBS Energi Utama Tbk yang diunggah oleh Bursa Efek Indonesia.

Simak juga 'Pabrikan Dilarang Produksi Mobil Bensin pada 2035, Setuju?':

[Gambas:Video 20detik]

(irw/irw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT