Momen Memilukan Anak Muda Meninggal di Pelukan Para Pemain Arema

ADVERTISEMENT

Momen Memilukan Anak Muda Meninggal di Pelukan Para Pemain Arema

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 12:59 WIB
Pelatih Arema FC Javier Roca berlutut di tengah lapangan.
Javier Roca (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Jakarta -

Pelatih Arema FC Javier Roca menceritakan detik-detik memilukan saat para pemain Arema FC menolong para suporter yang terkena gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). Dia bercerita ada anak-anak muda yang meninggal di pelukan para pemain.

Roca menceritakan hal ini dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV di program Sports Corner, Senin (3/10). Dia mengatakan awalnya ia tidak tahu soal apa yang terjadi di stadion. Dia baru sadar soal kondisi chaos saat matanya mulai merasakan perih.

"Setelah 30 menit, setelah post match konferensi pers, di mana 100 meter dari ruang ganti. Setelah wawancara, saya malah belum tahu apa yang terjadi di lapangan," ujarnya.

"Tapi waktu saya balik ke ruang ganti, saya mulai kerasa mata mulai perih. Saya baru tahu ini gas air mata," sambungnya.

Dia menyaksikan orang-orang yang menggendong mereka yang pingsan. Mereka juga berteriak minta tolong.

"Dari situ saya lihat, di lorong, sudah banyak orang gendong orang-orang lain. Teriak-teriak minta bantuan," tuturnya.

Di dalam ruang ganti, dia melihat ada 20 orang yang dibantu untuk bernapas. Para pemainnya membantu mengipasi mereka dengan handuk hingga kardus.

"Saya masuk ruang ganti, di situ mulai chaos. Ada sekitar 20 orang yang dibantu untuk bernapas. Ada pemain yang bantu dengan handuk. Ada yang dengan kardus, ada yang kasih air," jelasnya.

Dia juga mengatakan ada orang yang mati di tangan atau pelukan para pemain.

"Dan ada berapa kasus orang yang meninggal di dalam tangan atau pelukan pemain kita sendiri," katanya.

Dia yakin para korban yang meninggal ini adalah anak di bawah umur. "Karena di saat waktu itu yang meninggal di ruang ganti adalah anak-anak masih muda. Saya yakin itu anak-anak masih di bawah umur," lanjutnya.

Dia menyebut ada dua perempuan yang usianya masih belasan. Ia mengaku berat sekali saat melihat kondisi ini.

"Ada kalau enggak salah cewek dua, umur 15-16 tahun. Jadi sangat berat, sangat berat, sangat apa ya? Ini peristiwa yang sebenarnya enggak harus kita alami tapi ya.... Memang takdir kita di situ, jadi kita harus terima dengan besar hati," ujarnya.

(rdp/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT