ADVERTISEMENT

Akhir Pelarian Guru Predator Seks di Bogor

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 21:40 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi pelecehan (Foto: iStock)
Bogor -

Pelarian guru SMP cabul di Kota Bogor, Jawa Barat, berakhir. Pelaku ditangkap polisi usai ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual.

Korban merupakan mantan murid tersangka. Peristiwa bejat itu terjadi pada akhir Agustus lalu di dalam gedung SMP di Kota Bogor.

Saat itu, korban sengaja datang ke gedung SMP tempatnya belajar untuk legalisasi ijazah SMP dan melakukan cap tiga jari. Berkas itu dibutuhkan untuk sekolah barunya di salah satu SMK di Kota Bogor.

Dugaan pelecehan tersebut terjadi ketika korban selesai mengurus administrasi dan hendak keluar dari lantai dua gedung sekolah.

"Jadi dia katanya digandeng sambil jalan, terus itu dipegang bagian dadanya," kata orang tua korban berinisial Y kepada wartawan.

Pengakuan korban terungkap setelah Y curiga dengan sikap anaknya yang lebih banyak diam dan selalu mengurung diri dalam kamar. Setelah didesak, korban kemudian bercerita telah mengalami pelecehan seksual dari mantan gurunya itu.

"Awalnya saya khawatir ada masalah di sekolah SMA-nya, tapi setelah digali dan ditanya-tanya, anak saya mengaku jadi korban pelecehan oleh oknum gurunya di SMP," terang Y.

"Jadi sudah hari kelima dari kejadian itu anak saya baru cerita," tambahnya.

Dugaan pelecehan yang dialami korban, telah dilaporkan dengan Surat Tanda Bukti Laporan nomor STBL/B/1072/IX/SPKT/Polresta Bogor Kota/Jawa Barat. Korban dan keluarganya mendatangi Polresta Bogor Kota didampingi kuasa hukumnya pada Kamis (22/9) malam.

Selengkapnya di halaman berikutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT