KPK Koordinasi dengan BPK soal Kasus Formula E, Apa Hasilnya?

ADVERTISEMENT

KPK Koordinasi dengan BPK soal Kasus Formula E, Apa Hasilnya?

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 21:24 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

KPK menyebut telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus dugaan korupsi Formula E Jakarta. Lalu apa hasil koordinasi KPK dan BPK tersebut?

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkap pertemuan itu dilakukan pada Jumat (30/9) silam. Namun, Alex enggan membeberkan substansi pertemuan tersebut.

"Betul kami sudah berkoordinasi dengan BPK ya, kapan? Jumat yang lalu. Tentu substansi apa yang dibicarakan bukan untuk konsumsi media tapi prinsip dalam penghitungan kerugian negara ya, itu ketika kasus ini sudah naik ke penyidikan. Nah itu sudah menjadi SOP, baik di BPK atau di BPKP," kata Alex dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Kemudian Alex menyinggung pengalaman dirinya sebagai auditor selama 20 tahun. Menurutnya, auditor tidak menyimpulkan siapa pelaku korupsi, tapi hanya sebatas mengungkap hitungan tentang kerugian negara.

"Auditor itu tidak menyimpulkan siapa pelakunya, dia hanya mengungkap fakta. Nah tentu yang bertugas untuk menentukan apakah suatu peristiwa, peristiwa pidana, peristiwa administratif atau peristiwa perdata, itu domainnya penyidik, penuntut umum seperti," ucapnya.

"BPK hanya menghitung nilai kerugian negara ya dalam kasus apapun. Bisa jadi perdata, bisa jadi administratif atau bahkan pidana," tambahnya.

KPK Pastikan Terus Selidiki Kasus Formula E

Diberitakan sebelumnya, KPK merespons soal deklarasi Partai NasDem yang mengumumkan untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024. KPK menegaskan deklarasi itu tak mempengaruhi proses pengusutan kasus dugaan korupsi Formula E.

"Apakah deklarasi capres akan menghalangi KPK untuk menghentikan atau melanjutkan proses ini? Tidak," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Senin (3/10).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT