Setda DKI: Banyak Perubahan-Perkembangan di Jakarta 5 Tahun Terakhir

ADVERTISEMENT

Setda DKI: Banyak Perubahan-Perkembangan di Jakarta 5 Tahun Terakhir

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 20:16 WIB
DKI Jakarta
Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Jakarta -

Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan terdapat beberapa perubahan yang dialami Kota Jakarta dalam lima tahun terakhir. Jakarta, dikatakan Dewi, terus berubah dalam kurun waktu itu.

"Banyak perubahan dan perkembangan yang terjadi di Kota Jakarta dalam lima tahun terakhir," kata Dewi dalam tertulis, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Dewi merinci beberapa perubahan yang dialami di Kota Jakarta antara lain pada sektor kesehatan, transportasi, pembangunan, sosial, serta kawasan pemukiman dan tempat olahraga.

Dewi menjelaskan perubahan Kota Jakarta bisa terwujud dalam lima tahun terakhir berkat kolaborasi dengan sejumlah pihak. Untuk itu, pihaknya berterima kasih atas dukungan kolaborator dari sejumlah pihak.

"Tentunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bergerak sendiri, masyarakat, badan usaha, yayasan, lembaga kemasyarakatan, lembaga sosial hingga pemerintah daerah lainnya turut membantu Kota Jakarta dalam mencapai perkembangan dan perubahan tersebut," ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara bertajuk 'Festival Kolaborasi Jakarta 2022' di kawasan Kota Tua, Jakarta pada 16-18 September lalu. Acara ini sebagai wujud apresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada para kolaborator.

Tujuan Festival Kolaborasi Jakarta adalah mengangkat cerita kolaborasi di Kota Jakarta dan nilai-nilai kolaborasi dalam pembangunan kota serta memberikan apresiasi bagi semua unsur yang telah berkolaborasi aktif bersama pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembangunan dan pelayanan publik di Kota Jakarta.

Dewi menambahkan acara Festival Kolaborasi Jakarta 2022 ini turut mengundang 500 kolaborator yang telah memberikan dukungan bagi pembangunan Kota Jakarta. Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan apresiasi kepada para kolaborator yang membantu dan mendukung dalam mencapai prestasi, perkembangan serta bangkit pada masa Pandemi COVID-19.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk ke depan, serta menjaga hubungan baik yang telah dijalani oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan para kolaborator," kata dia.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam puncak acara mengatakan 'Jakarta Kota Kolaborasi' dipilih karena hampir semua sumber daya ada di Jakarta. Hal ini yang tidak dimiliki semua kota yang ada di Indonesia.

"Jakarta adalah kota tempat paling banyak privat sektor, paling banyak perusahaan di Jakarta, paling banyak NGO di Jakarta, universitas paling banyak di Jakarta. Pakar semua bidang ada di Jakarta," kata Anies.

Guna memberdayakan sumber daya itu, lanjutnya, maka pembangunan Jakarta dibuat sebagai kolaborasi dengan sejumlah pihak. Pemprov DKI sadar tanpa adanya kolaborasi bersama pemangku kepentingan lain, perubahan Kota Jakarta tentunya akan memakan waktu yang lebih lama.

"Tidak ada kota lain yang punya sumber daya sebanyak Jakarta, Jangan kerjakan sendirian, rugi betul. Pakar begitu banyak, ting-teng, NGO begitu banyak, kenapa mereka tidak dilibatkan bukankah ini kota bersama. Jadi ketika pembangunan bukan pemerintah kota tapi pembangunan Jakarta, jadi semua ikut," ujarnya.

Dalam acara ini, masyarakat bisa melihat secara langsung sejumlah perubahan Kota Jakarta dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Salah satu perubahan yang sudah dapat dinikmati masyarakat adalah integrasi transportasi berbasis TOD (Transit Oriented Development).

"Begitu juga dengan Kawasan Kota Tua yang sudah berubah nama menjadi Batavia. Kota Tua kini telah hadir dengan wajah baru yang mengubah jalur kendaraan pribadi dan umum menjadi jalur pedestrian," katanya.

Selain itu juga ada restorasi Jakarta Arts & Heritage di Taman Ismail Marzuki, Cikini, dan yang lainnya. Tentunya seluruh perubahan yang dilakukan secara bertahap ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama pemangku kepentingan lain.

Alhasil, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, masyarakat Kota Jakarta sudah dapat melihat berbagai perubahan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup mereka.

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT