ADVERTISEMENT

KPK Panggil Asisten Hakim Agung di Kasus Suap Perkara MA

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 12:59 WIB
Film dokumenter KPK Endgame ditonton oleh pegawai tak lolow TWK.
Foto ilustrasi: Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil Asisten Hakim bernama Prasetyo Nugroho terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA). Dia bakal bersaksi untuk tersangka Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD).

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menjelaskan Prasetyo Nugroho berstatus sebagai Asisten Hakim Agung. Dia direncanakan diperiksa pada Senin (3/10).

"Hari ini (3/10) pemeriksaan saksi suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung, untuk tersangka SD," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (3/10/2022).

Ali menambahkan, Prasetyo Nugroho bakal menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta. Namun, Ali belum membeberkan seputar apa dia bakal dikonfirmasi penyidik.

Diketahui, KPK melakukan OTT di Mahkamah Agung dan di Semarang. Dari OTT tersebut, KPK kemudian menetapkan 10 orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara. Salah satu tersangka ialah Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

"Terkait sumber dana yang diberikan YP dan ES kepada majelis hakim berasal dari HT dan IDKS. Jumlah uang yang kemudian diserahkan secara tunai oleh YP dan ES pada DY sekitar SGD 202 ribu (ekuivalen Rp 2,2 miliar) yang kemudian oleh DY dibagi lagi dengan pembagian DY menerima sekitar sejumlah Rp 250 juta, MH menerima sekitar sejumlah Rp 850 juta, ETP menerima sekitar sejumlah Rp 100 juta dan SD menerima sekitar sejumlah Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers saat itu.

Setidaknya ada 10 tersangka dalam kasus ini, baik dari internal maupun eksternal Mahkamah Agung. Berikut daftar 10 tersangka kasus ini.

Sebagai Penerima:

- Sudrajad Dimyati, hakim agung pada Mahkamah Agung

- Elly Tri Pangestu, hakim yustisial/panitera pengganti Mahkamah Agung

- Desy Yustria, PNS pada kepaniteraan Mahkamah Agung

- Muhajir Habibie, PNS pada kepaniteraan Mahkamah Agung

- Nurmanto Akmal, PNS Mahkamah Agung (Catatan: KPK awalnya menyebut tersangka berinisial RD, namun belakangan KPK menyampaikan klarifikasi)

- Albasri, PNS Mahkamah Agung

Sebagai Pemberi:

- Yosep Parera, pengacara

- Eko Suparno, pengacara

- Heryanto Tanaka, swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

- Ivan Dwi Kusuma Sujanto, swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

(aud/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT