Detik-detik Petir 'Maut' Sambar Tenda di Bogor, Para Siswa SD Panik

ADVERTISEMENT

Detik-detik Petir 'Maut' Sambar Tenda di Bogor, Para Siswa SD Panik

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 12:56 WIB
Violent lightning bolts strike the water off the Dutch coast.
Ilustrasi petir (Foto: Getty Images/iStockphoto/Meindert van der Haven)
Bogor -

Seorang siswa sekolah dasar (SD) meninggal dunia akibat tersambar petir saat berkemah di Desa Ciaruteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Polisi menjelaskan kronologi peristiwa nahas tersebut.

"Pada hari Sabtu (1/10) sekira pukul 22.00 WIB saat itu saksi sedang berada di perkemahan, posisi saksi berada di tenda pembina, pada saat itu cuaca sedang hujan," kata Kapolsek Cibungbulang, Kompol Agus Permana melalui keterangannya, Senin (3/10/2022).

Saat kejadian, posisi korban sedang berada di tenda siswa bersama sejumlah rekan-rekannya. Sementara posisi saksi berada sekitar 1 meter dari tenda siswa.

"Tiba-tiba ada petir yang bersuara cukup keras dan langsung menyambar ke arah tenda siswa. Langsung saja siswa yang ada di dalam tenda pada panik," paparnya.

Polisi mengungkap kondisi korban sesaat setelah tersambar petir. Korban langsung dibawa ke klinik.

"Kemudian saksi meminta bantuan kepada yang lainnya, dan membawa korban ke klinik. Menurut keterangan saksi, kondisi korban masih bernafas pada saat dibawa ke klinik," terangnya.

Tetapi di perjalanan, korban meninggal dunia. Setelah mendapat informasi tersebut, pihak kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP)dan memeriksa keadaan korban.

"Pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Leuwiliang," pungkasnya.

Sebelumnya, seorang siswa sekolah dasar (SD) meninggal dunia saat berkemah di Desa Ciaruteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Siswa tersebut meninggal diduga akibat tersambar petir.

Camat Cibungbulang, Agung Ali, membenarkan kabar adanya siswa SD yang tewas akibat tersambar petir. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/10/2022), sekitar pukul 22.00 WIB.

"Benar (siswa SD tewas tersambar petir), di Desa Ciaruteun Udik, satu orang," kata Agung Ali saat dihubungi.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT