Tingkat Kepuasan ke Jokowi Naik, Ngabalin Ungkit Keputusan Sulit soal BBM

ADVERTISEMENT

Tingkat Kepuasan ke Jokowi Naik, Ngabalin Ungkit Keputusan Sulit soal BBM

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 08:58 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta -

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyebut terjadi peningkatan kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut kenaikan itu berkat konsistensi kerja Presiden Jokowi.

"Yang pasti, sejak awal pada periode pertama sampai ke dua, sampai penghujung masa jabatan. Presiden selalu konsisten dengan semua program pelayanan masyarakat. Kalau orang tunggu didatangi, Pak Presiden mendatangi. Bukan hanya karena bantuan sosial (survei naik), tapi konsistensi melayani masyarakat," kata Ngabalin, Minggu (2/10/2022).

"Coba lihat variabel indikator survei, kan dilihat itu tingkat konsistensi presiden dalam melayani masyarakat," katanya.

Karena percaya kepada Presiden Jokowi itu, Ngabalin selalu membela Jokowi atas kebijakan yang dikeluarkan. "Makanya, saya lakukan banyak bantahan kepada pihak nyinyir, yang menjelaskan tentang perkara padahal tidak tahu," ucapnya.

Menurut Ngabalin, keputusan yang diambil Jokowi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bukanlah perkara ringan. Namun, kebijakan itu memang harus diambil.

"Presiden bilang, keputusan menaikkan BBM bukan ringan. Tapi, keputusan ini adalah harus dilakukan oleh Presiden Jokowi, dan berjalan dengan baik," katanya.

Kepuasan Terhadap Jokowi Naik

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) meningkat ke angka 67%. Diketahui, tingkat kepuasan terhadap Jokowi sebelumnya sebesar 62,6% pascakenaikan harga BBM pada awal September.

Survei ini dilakukan pada 13-20 September 2022. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini melibatkan sampel sebanyak 1.220 orang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki margin of error +-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, pun memaparkan alasan puas dan tidak puas para responden terhadap kinerja Jokowi. Burhanudin mengatakan mayoritas responden yang mengaku puas didasari alasan program bantuan pemerintah.

"Memberi bantuan ke rakyat kecil itu isu yang sekarang menjadi signature-nya pemerintah ya, biasanya infrastruktur. Tapi di kondisi sekarang memberikan bantuan kepada rakyat kecil itu menjadi salah satu yang membuat 67% yang tadi merasa puas, mengatakan inilah yang membuat mereka puas. Kedua, ada infrastruktur, dan seterusnya," kata Burhanudin dalam pemaparannya secara daring

Simak juga video 'Buntut Harga BBM Naik, Survei Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi Turun 10%':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT