Pemerintah Akan Teliti Pelanggaran Hukum dalam Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Pemerintah Akan Teliti Pelanggaran Hukum dalam Tragedi Kanjuruhan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 05:23 WIB
Mahfud Md pimpin rapat koordinasi terbatas di Kemenko Polhukam (dok. Kemenko Polhukam)
Foto: Mahfud Md pimpin rapat koordinasi terbatas di Kemenko Polhukam (dok. Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar tragedi Kanjuruhan ditangani dengan cepat. Mahfud mengatakan pemerintah akan segera meneliti ada tidaknya pelanggaran hukum dalam tragedi tersebut.

"Presiden minta agar langkah secepatnya diambil. Sehingga secepat kita rapat, secepat langkah-langkah untuk melaksanakan keputusan rapat untuk tujuan perbaikan dunia persepakbolaan ke depan dan meneliti jika ada tindakan hukum, pelanggaran hukum, sabotase dengan peristiwa itu," kata Mahfud melalui siaran di YouTube Kemenko Polhukam dilihat detikcom, Senin (3/10/2022).

"Diteliti dan ditindak dengan tepat sesuai aturan hukum, siapapun yang sengaja maupun siapapun yang lalai dalam terjadinya peristiwa ini," ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menegaskan pemerintah serius dalam mengusut tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan supporter Arema meninggal dunia. Untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan melakukan rapat koordinasi.

"Pemerintah bersungguh-sungguh untuk menindaklanjuti, merehabilitasi dan menyelesaikan masalah yang timbul akibat tragedi Kajuruhan dalam pertandingan sepak bolah Liga di Malang. Bahkan presiden setelah tadi menyampaikan instruksi langsung kepada masyarakat Indonesia, langsung juga meminta saya untuk segera secepatnya tidak boleh lebih dari 24 jam ke depan untuk mengadakan rakor lintas kementerian dan lembaga serta organisasi terkait untuk mengambil langkah-langkah," ucapnya.

Mahfud membeberkan apa saja yang nantinya akan dibahas dalam rakor tersebut. Mulai dari melakukan penelitian ada tidaknya pelanggaran hukum hingga melakukan rehabilitasi dan penyantunan serta perbaikan pengelolaan dunia sepakbola ke depan.

"Satu, melakukan penelitian jika ada pelanggaran hukum atau tindak pidana di dalam peristiwa ini. Kedua melakukan rehabilitasi dan penyantunan terhadap korban dan keluarga korban yang sekarang sedang dalam perawatan maupun yang sedang dalam perawatan maupun yang dikuburkan karena meninggal. Kemudian diminta untuk mengantisipasi pengelolaan dunia sepakbola Liga Indonesia ke depan agar lebih tertib dan lebih beradab dan tidak memberi image jelek di dunia internasional," ujarnya.

Mahfud menuturkan rakor akan digelar di kantornya Senin (3/10) pagi. Sejumlah Kementerian lembaga diundang untuk hadir mulai dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali hingga pihak KONI.

"Untuk itu besok saya mengundang rapat koordinasi bersama Menko PMK, Kesehatan, Menpora, Mendagri, Mensos, Panglima, Kapolri, KONI, PSSI saya undang ke kantor saya untuk membicarakan hal-hal tersebut," imbuhnya.

Tonton video 'Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Investigasi SOP Keamanan di Stadion':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT