PBNU Dorong Evaluasi Penggunaan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

PBNU Dorong Evaluasi Penggunaan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan

Kanavino Ahmad Rizqo, Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 19:49 WIB
Ketua Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI) Ahmad Fahrur Rozi
Gus Fahrur (Foto: Istimewa)
Jakarta -

PBNU menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya seratusan korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. PBNU meminta pihak yang bersalah ditindak tegas.

"Pihak yang bersalah harus ditindak dan dihukum. Ini tragedi yang sangat menyedihkan, harus dievaluasi menyeluruh siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden ini," kata Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) dalam keterangan tertulis, Minggu (2/10/2022).

Gus Fahrur mengajak semua pihak untuk muhasabah selagi pertandingan dihentikan sementara untuk kepentingan investigasi. Dia mempertanyakan sepakbola yang seharusnya menyenangkan tapi berakhir mengerikan.

"Perlu dievaluasi apakah penanganan represif pihak keamanan dan penggunaan gas air mata sudah sesuai standar protap keamanan di stadion?" kata Gus Fahrur.

Dia mengajak para pecinta sepakbola untuk berpikir lebih rasional. Gus Fahrur mengajak semuanya berefleksi mengenai manfaat dan kerugian dari menonton bola di stadion.

"Apakah masih perlu sampai mengorbankan nyawa, belum lagi meninggalkan kewajiban salat bagi muslim, mungkin lebih baik menonton di televisi saja," ujar Gus Fahrur.

Santunan PBNU

Gus Fahrur menyampaikan PBNU juga bakal memberikan santunan kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Bantuan itu bakal disalurkan melalui PCNU.

"PBNU akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal senilai Rp 5 juta per orang yg akan disalurkan melalui pengurus PCNU kota dan kabupaten Malang," kata Gus Fahrur.

"Bantuan santunan tersebut merupakan partisipasi Bapak Jusuf Hamka (Babah Alun) salah satu ketua PBNU sekaligus pengusaha jalan tol terkemuka," sambung Gus Fahrur.

Gus Fahrur mengatakan santunan tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat di tengah situasi ekonomi yang cukup sulit. Bantuan nantinya akan diserahkan simbolis oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

"Bantuan awal secara simbolis akan diserahkan oleh ketua umum PBNU pada tanggal 5 Oktober di Malang," ujar Gus Fahrur.

(knv/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT