Ketua Banggar DPR Saran Kemenpora-PSSI Urunan untuk Korban Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Ketua Banggar DPR Saran Kemenpora-PSSI Urunan untuk Korban Kanjuruhan

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 18:04 WIB
Ketua Banggar DPR 2019-2024 Said Abdullah
Said Abdullah (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua Banggar DPR Said Abdullah menyesalkan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menelan ratusan korban jiwa. Hal ini mencoreng prestasi yang baru didapat Timnas Indonesia.

"Sungguh kita menyesal dan penyesalan memang di akhir tragedi. Andai semua pihak senantiasa disiplin menjalankan ketentuan induk sepakbola dunia, FIFA, barangkali tragedi tidak akan terjadi. Sungguh sangat kita sayangkan, baru saja kita menorehkan prestasi dengan mengalahkan Tim Nasional Curacao dua kali. Prestasi ini patut kita syukuri karena Timnas Curacao menempati rangking FIFA 84, sedangkan Timnas Indonesia di peringkat 152. Mereka jauh di atas kita," kata Said dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/10/2022).

"Timnas PSSI U 17 juga makin menunjukkan perfomanya yang baik menghadapi babak kualifikasi Piala Asia U 17. Kami di DPR selalu mendukung kebutuhan anggaran dan langkah-langkah PSSI serta Kemenpora ketika meminta persetujuan naturalisasi sejumlah pemain muda berbakat, dan masuk menjadi skuad pada sepakbola Tanah Air," lanjutnya.

Said turut berduka dengan ratusan korban yang berjatuhan. "Turut duka yang mendalam terhadap para korban, baik yang meninggal maupun yang menjalani perawatan kesehatan," ujarnya.

Said mengusulkan pihak penyelenggara, Kemenpora, hingga PSSI bergotong royong untuk memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal. Begitu juga dengan korban yang masih dalam perawatan di rumah sakit.

"Kiranya pihak penyelenggara pertandingan, PSSI, Kemenpora, pemda setempat dan kita semua bergotong royong memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal, sekaligus bantuan pengobatan terhadap korban yang sedang dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Selain itu, Said meminta investigasi tragedi itu melibatkan FIFA. Hal itu guna menjaga kredibilitas sepakbola Indonesia di mata dunia.

"Atas tragedi ini PSSI, Kemenpora, Kepolisian untuk mengundang FIFA melakukan investigasi tragedi ini. Perlu mengundang FIFA untuk menjaga kredibilitas investigasi dan sepak bola Indonesia dimata dunia," ucapnya.

Said juga mendorong agar kompetisi Liga 1 BRI dihentikan sampai tragedi itu selesai diusut. Kalaupun kompetisi dilanjutkan dia meminta adanya PSSI untuk mengaudit tahapan pelaksanaan pertandingan.

"Menghentikan sementara kompetisi liga 1 BRI ini sampai selesainya hasil investigasi dan rekomendasi FIFA. Hal ini semata mata menjaga kredibilitas kompetisi sepak bola yang ada di tanah air. Penyelenggaraan kompetisi sepak bola professional di tanah air ke depan tidak hanya mementingkan aspek bisnis, tetapi juga kepatuhan terhadap keseluruhan aturan FIFA dari semua pihak, agar tragedi memilukan seperti di Stadion Kanjuruhan Malang tidak terulang kembali." kata Said.

"Kalaupun dilanjutkan kembali musim kompetisi sepakbola professional kembali, PSSI selalu mengaudit pelaksanaan setiap pertandingan sepakbola akan digelar, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga usainya pertandingan. Dan menghentikan pertandingan bila ada ketidakpatuhan terhadap peraturan FIFA. Langkah preventif ini untuk menghindarkan tragedi pilu di Kanjuruhan terulang kembali," lanjut Said.

Said mengingatkan Kemenpora untuk membantu PSSI dalam pengawasan setiap pertandingan. Hal itu guna meminimalisir kemungkinan ketidakpatutan yang terjadi oleh penyelenggara.

"Meskipun urusan teknis sepakbola menjadi wewenang penuh PSSI, perlu kiranya Kemenpora ikut memberikan pengawasan untuk membantu PSSI, atau mengingatkan PSSI terhadap kemungkinan ketidakpatuhan penyelenggaraan pertandingan oleh pihak penyelenggara," ujarnya.

Said berharap saran tersebut menjadi pertimbangan bagi pihak terkait. Di sisi lain dia pun berharap keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi kejadian ini.

"Semoga urun pikir atas tragedi pilu di Kanjuruhan dapat memberi pertimbangan yang produktif bagi seluruh pihak untuk kemajuan sepak bola nasional dan kita mengheningkan cipta disertai dengan ketulusan doa bagi yang meninggal, kesembuhan bagi yang dalam perawatan dan kesabaran serta ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga yang sanak saudaranya meninggal dalam tragedi memilukan ini." ujarnya.

(eva/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT