Pakar Hukum Aan Eko: Putri Candrawathi Ditahan, Rasa Keadilan Terpenuhi

ADVERTISEMENT

Pakar Hukum Aan Eko: Putri Candrawathi Ditahan, Rasa Keadilan Terpenuhi

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 14:59 WIB
Tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat,Putri Candrawathi (tengah) berjalan usai melakukan pemeriksaan kesehatan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9/2022). Istri dari Tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo tersebut tidak menjalani masa tahanan dengan alasan kondisi kesehatan yang belum stabil, kemanusiaan, serta memiliki anak balita, sehingga hanya dikenakan kewajiban lapor diri dua kali seminggu. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Foto: Potret Putri Candrawathi sebelum ditahan di Rutan Bareskrim. Putri menjalani wajib lapor didampingi kuasa hukumnya. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Pakar hukum dari Universitas Brawijaya Malang, Aan Eko Widiarto, memuji penahanan Putri Candrawathi, istri dari Ferdy Sambo, sang mantan Kadiv Propam Polri sekaligus dalang kasus pembunuhan berencana Pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan menahan Putri Candrawathi yang juga tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.

"Intinya, sangat mengapresiasi sikap Kapolri. Dengan penyidik Polri berani menahan PC, maka rasa keadilan masyarakat cukup terpenuhi. Kesamaan di depan hukum terwujud dalam proses penyidikan, walau dalam detik-detik terakhir," ucap Aan kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Jumat (30/9/2022).

Aan mengatakan penahanan PC dapat meningkatkan rasa percaya publik pada Polri, meski disayangkan karena baru dilakukan saat ini.

"Sikap tegas dan objektif Polri seharusnya diwujudkan mulai awal ketika menersangkakan PC. Namun minimal ini merupakan sikap yang baik dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat pada Polri," ujar Aan.

Wakil Dekan Program Studi Hukum ini juga mengapresiasi pembentukan tim gabungan Polri dalam rangka membuktikan benar atau tidaknya isu 'konsorsium 303' (judi online). Namun, Eko berpendapat, pembentukan tim gabungan bisa menimbulkan tafsir bahwa permasalahan judi online yang diduga melibat aparat sangat akut.

"Pembentukan Tim Gabungan sebenarnya bagus, namun ini menunjukkan bahwa masalah 303 sangat akut sehingga sampai melibatkan gabungan," kata Aan.

Dia bersaran agar pembuktian ada tidaknya keterlibatan Polri dalam praktik judi online cukup ditangani Divisi Propam dengan dengan dibantu reserse kriminal umum.

"Idealnya Propam cukup untuk menegakkan khusus yang melibatkan Polri, dan Krimum untuk yang melibatkan masyarakat," tutur dia.

Aan khawatir jika dibentuk tim gabungan lagi, nantinya akan seperti Satgassus. Aan lalu menekankan agar tak ada lagi satuan-satuan tugas khusus mirip yang pernah dipimpin Ferdy Sambo, dalam tubuh Polri.

"Jangan sampai model-model Satgassus terulang kembali," tegas dia.

Terakhir, Aan juga menyambut baik langkah Polri mendalami penggunaan private jet Brigjen Hendra.

"Bagus kalau Propam melacaknya walau sudah cukup terlambat. Seharusnya sejak awal dicuatkan oleh Kamarudin, Propam langsung gerak. Bila baru sekarang gerak maka terindikasi hanya untuk memuaskan publik. Tapi apapun itu, saya apresiasi," ungkap Aan.

Pakar hukum Universitas Brawijaya (Unbraw), Aan Eko Widiarto.Foto: Pakar hukum Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, Aan Eko Widiarto. (dok. pribadi)
(aud/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT