Siswa SD di Jatim Jadi Cabul gegara Video Porno, Legislator Tegur Kominfo

ADVERTISEMENT

Siswa SD di Jatim Jadi Cabul gegara Video Porno, Legislator Tegur Kominfo

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 09:09 WIB
Ilustrasi Kominfo, Ilustrasi Gedung Kominfo, Gedung Kominfo
Gedung Kominfo (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Siswa kelas 5 SD di Nganjuk, Jawa Timur, memperkosa adik kelas gegara terpengaruh video porno. Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PKB Maman Imanulhaq menegur Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI.

"Saya rasa pemerintah terutama Kemkominfo harus mengawasi secara ketat situs-situs itu (porno)," ujar Maman kepada detikcom, Sabtu (1/10/2022).

Ia menyebut penanganan kekerasan seksual membutuhkan keseriusan banyak pihak. Salah satunya terkait penegakan hukum terhadap pelaku pemerkosaan.

"Termasuk itu hukuman yang keras bagi pelaku pemerkosaan. Saya prihatin," kata Maman.

Pembinaan kepada para siswa, kata Maman, harus dilakukan secara komprehensif. Dia juga menyoroti pengawasan keluarga.

"Terutama keluarga itu yang penting karena dengan mudah mereka megang gadget masing-masing dan itu mau tidak mau, mereka gampang juga mengakses situs-situs (porno) itu," imbuhnya.

Siswa Tendang Lalu Perkosa Adik Kelas

Aksi pemerkosaan itu terjadi di sebuah lapangan di Kecamatan Baron, Nganjuk, pada Selasa (20/9). Pelaku melakukan aksi bejatnya ini karena dorongan teman imbas sering menonton film porno.

"Jadi pengakuan pelaku sering nonton video porno bersama temannya (seusia). Termasuk nonton video porno bersama kakak korban," kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP I Gusti Agung Ananta saat dimintai konfirmasi, seperti dilansir detikJatim, Jumat (30/9).

Gusti menjelaskan perbuatan cabul itu dilakukan pelaku seorang diri. Ia mendapat dorongan hingga iming-iming teman yang sering menonton video porno. Ia diminta melakukan apa yang dilihatnya di film porno.

"Jadi karena sering nonton video porno dan diiming-imingi teman untuk berbuat cabul dari salah satu teman bermain," ungkap Gusti.

(isa/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT