Kompolnas soal Istri Ferdy Sambo Ditahan: Sesuai Komitmen Kapolri

ADVERTISEMENT

Kompolnas soal Istri Ferdy Sambo Ditahan: Sesuai Komitmen Kapolri

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 08:05 WIB
Putri Candrawathi saat ditahan Polri (Azhar-detikcom)
Foto: Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo sekaligus tersangka pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, resmi ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jumat (30/9/2022). (Azhar-detikcom)
Jakarta -

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi keputusan penyidik tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait penahanan Putri Candrawathi, salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Kompolnas menilai penahanan istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo tersebut sesuai dengan komitmen Sigit.

"Kompolnas memberikan dukungan dan apresiasi kepada Polri yang serius, tanpa pandang bulu, sesuai dengan komitmennya Kapolri, menuntaskan kasus Duren Tiga ini," kata anggota Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto, kepada wartawan pada Jumat (30/9/2022).

Albertus mengatakan pihaknya terus mengawal kasus ini. Dia menyampaikan Kompolnas terus menyerap aspirasi publik terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua, proses hukum baik pidana maupun kode etik terhadap sejumlah anggota Polri yang terlibat dalam perintangan penyidikan atau obstruction of justice di awal kematian Brigadir Yosua.

"Kami ikut mengawal bersama publik, kami sebagai pengawas fungsional kan juga menerima aspirasi publik agar Polri selalu tetap pada komitmennya menuntaskan kasus ini," ungkap Albertus.

"Penjelasan Pak Kapolri mengenai perkembangan apa yang terjadi pada Ibu PC membuktikan komitmennya," imbuh Albertus.

Dia pun mengapresiasi keterbukaan Sigit menyikapi isu konsorsium judi online, atau yang saat ini akrab disebut 'konsorsium 303'. Dia menekankan seluruh jajaran Polri harus memberantas perjudian dan para pelaku, sesuai janji Sigit.

"Terkait konsorsium, dengan adanya Pak Kapolri menyampaikan data-data perjudian yang ditangani, ditangkap dan sebagainya, itu membuktikan kan memang ada. Tugas Polri, sesuai janji Kapolri, untuk menangkap dan memberantas pelakunya," ucap Albertus.

"Tim khusus itu kan langkah-langkah yang menunjukkan beliau (Sigit) menangkap aspirasi publik," sambung dia.

Albertus menuturkan Kompolnas bersama dengan masyarakat dan awak media sama-sama mengawal pemberantasan judi online oleh pihak kepolisian. "Kita sama-sama mengawal. Kompolnas, publik dan media sama-sama mengawal, sama-sama memonitor," tutur Albertus.

Sama halnya dengan isu 'konsorsium 303', Albertus juga mengajak masyarakat menunggu hasil pengusutan penggunaan private jet oleh mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan. Albertus menegaskan, Kompolnas mendukung pengusutan penggunaan private jet oleh Brigjen Hendra saat ke Jambi.

"Dan untuk private jet, kita lihat saja nanti bagaimana investigasi mereka (Polri). Ini kan sudah menjadi konsumsi publik. Karena ini untuk kebaikan Polri juga, Kompolnas mendukung. Kita semua ingin polisi baik," ungkap Albertus.

"Makanya jangan sampai masalah ini jadi masalah institusi. Ini kan sebenarnya masalah personal. Kasihan polisi-polisi lainnya yang sudah bekerja baik, pagi-pagi sudah di jalanan, mengejar pelaku kejahatan. Jangan sampai mereka semangatnya kendur karena kasus (Ferdy Sambo) ini," pungkas Albertus.

(aud/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT